LHOKSEUMAWE – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Lhokseumawe, Muhammad Ali alias Ali Quba berharap pejabat eselon II yang baru dilantik Gubernur Aceh tersebut benar-benar profesional dalam bidangnya masing-masing. Para SKPA baru itu diharapkan memiliki komitmen akan menjalankan tugas dan kewajiban sebagaimana diatur dalam undang-undang.
“Kita berharap para SKPA baru itu memiliki satu mazhab yang sama dengan gubernur, yaitu 'mazhab hana fee'. Kita sadar betul saat ini rakyat Aceh sedang menanti realisasi janji yang diutarakan gubernur pada masa kampanye terdahulu, melalui visi dan misinya,” ujar Ali Quba kepada portalsatu.com/, Senin, 7 Mei 2018.
Ali Quba menyebutkan, penyerapan APBA pada masa kepemimpinan Pemerintahan Aceh yang lalu sejatinya menjadi barometer terhadap pemerintahan sekarang. Semua SKPA harus berprinsip mengejar target program sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tidak muluk-muluk dan simple saja, yang tujuan akhirnya untuk menyejahterakan rakyat Aceh tercapai.
“Tentunya, pelibatan semua pihak sangat penting untuk memberikan ruang kepada semua elemen agar tidak terkesan setiap program tidak transparan, sehingga hasilnya tercapai seperti harapan masyarakat Aceh,” ucap Ali Quba.
Menurut Ali Quba, beberapa poin lain yang harus diperhatikan dalam memajukan Aceh ke depannya. Di antaranya, peningkatan kapasitas pejabat yang dipercayakan pada bidangnya. Dalam bidang pendidikan di Aceh saat ini, Ali Quba menilai masih sangat lemah, sehingga diperlukan evaluasi terhadap guru. Jangan sampai kesejahteraan guru tidak selaras dengan kemampuannya.
“Pemerintah perlu menciptakan lapangan kerja karena begitu banyak pemuda Aceh saat ini berstatus pengangguran. Ini penting dicarikan solusinya oleh pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap keberlanjutan hidup rakyat Aceh. Tak kalah penting persoalan narkoba yang semakin banyak menjerat remaja dan pemuda Aceh. Jika itu tidak segera diatasi, maka akan semakin tidak terkendali. Pemerintah harus menyelamatkan generasi muda sebagai penerus bangsa dari pengaruh narkoba,” pungkas Ali Quba.[]


