BANDA ACEH – Pembatalan keberangkatan jemaah umrah menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Sultan Iskandar Muda, membuat kaget anggota Komisi VII DPR Aceh Hj. Ismaniar, S.E. Menurutnya, hingga terjadi perubahan jadwal Feburari 2016, Komisi VII belum mendapat pemberitahuan apapun.
“Kami komisi VII belum mendapat pemberitahuan apapun, kesepakatn dari Garuda Indonesia mulai tahun 2016, jemaah umrah asal Aceh mulai tahun ini terbang langsung ke Mekah melalui Bandara Sultan Iskandar Muda,” kata Ismaniar ketika dihubungi di Banda Aceh, Selasa 16 Februari 2016.
Ismaniar mengaku baru mengetahui adanya pembatalan itu dari pemberitaan media. Seharusnya, kata dia, Komisi VII DPRA dibertahu oleh pihak terkait apabila ada perubahan jadwal.
“Nanti akan kita tanya langsung ke pihak Garuda, apa sebab dibatalkan,” ujar Ismaniar.
Sebelumnya seperti diberitakan, Garuda Indonesia membatalkan penerbangan membawa jemaah umrah dari Badara SIM. Akibatnya, pihak travel umrah di Aceh harus membatalkan tiket yang sudah dipesan.
Direktur Utama Katana Tour and Travel Banda Aceh Ahmad Ikbar Fuadi (bukan Ahmad Ikbir Fuadi seperti ditulis sebelumnya) mengeluh, karena pihaknya harus mengembalikan biaya perjalanan kepada pelanggan masing-masing Rp2 juta. Pihak travel itu akan menerbangkan jemaah umrah melalui Kuala Lumpur, Malaysia.[]

