BANDA ACEH – Salah satu kandidat calon Gubernur Aceh, Zakaria Saman atau lebih akrab disapa Apa Karya, memang memiliki ciri khas dalam berkomunikasi. Selain sering melempar kalimat jenaka, mantan Menteri Pertahanan GAM ini juga lebih sering menggunakan bahasa Aceh dalam berbagai sosialisasi.
Seperti halnya hari ini, Selasa, 30 Agustus 2016. Calon Gubernur Aceh yang maju melalui jalur perseorangan ini singgah ke Sekber wartawan di Banda Aceh. Mantan Tuha Peut PA ini ingin bertemu para jurnalis yang sering nongkrong di sana.
Ditemani Ketua DPP Syedara Apa Karya, Safrizal, wajah pria bertubuh sedikit tambun itu berhias tersenyum. Ia menyapa wartawan. Dengan setelan kemeja putih, celana kain dan sendal, Apa Karya terlihat tenang memulai percakapan dengan para wartawan.
Banyak hal yang ia ceritakan. Mulai dari suasana politik sampai ekonomi. Ia juga bercerita tentang peran surat kabar dalam pembangunan. Bagi dia, surat kabar atau media massa sangatlah penting untuk menyebarkan informasi dan memacu pembangunan.
Namun di tengah penjelasan itu ia menekankan agar media massa independen dan berdiri sendiri. Bagi dia, media massa yang baik adalah media massa yang mampu untuk tak berpihak kemana pun selain kebenaran. Menurutnya independensi media massa haruslah dijaga secara baik.
“Surat kabar nyan independen jih, meukleh sidroe (surat kabar itu independen, terpisah sendiri). Untuk memajukan negeri memang harus begitu,” ucapnya.
Ia mengatakan media massa atau surat kabar memegang peranan penting dari semua lini. Antusiasme masyarakat terhadap media sangatlah besar. Masyarakat cenderung akan mempercayai media massa.
“Neu peuget berita yang beutoi. Mata publik uroe nyoe ateuh surat kaba,” kata dia.
Tak hanya berbicara tentang media massa, Apa Karya juga bercerita banyak hal termasuk pencalonan dirinya dalam kontes politik 2017 mendatang. Pertemuan yang dihelat pukul 14.45 WIB tersebut berlangsung santai meski ada beberapa pertanyaan yang serius.[](bna)

