BANDA ACEH – Ketua Majelis Seniman Aceh (MaSA) Ayah Panton menganalisis bahwa hubungan antara Aceh dengan Indonesia, hubungan Aceh dengan Malaysia, lebih akrab hubungan Aceh dengan Malaysia.
“Saya sebagai orang Aceh untuk hari ini itu ada dalam sebuah negara Republik Indonesia tapi rasanya persaudaraan kami dengan Indonesia tidak terlalu akrab, lebih akrab dengan Malaysia,” kata Ayah Panton di acara Majelis Silaturrahmi Penggiat Sejarah dan Budaya Aceh – Malaysia di sekretariat bersama MAPESA dan Pedir Museum, Punge Blang Cut, Kota Banda Aceh, Selasa 3 September 2019.
Di acara itu Ayah Panton juga membantah bila ada pihak yang mengatakan bahwa Istana kesultanan Aceh Darussalam terbuat dari kayu. “Masak untuk taman Putri Pahang dibuat begitu (dari beton), istananya dari kayu kan enggak logika,” katanya.
Menurutnya argumen itu muncul tentu dikarenakan oleh adanya orang-orang yang sengaja menjelek-jelekkan sejarah Aceh.
“Apa mudah untuk menjelek-jelekkan sejarah Aceh, mudah sekali misalnya ada orang Aceh yang memandikan kerbau di dalam sungai kemudian air disiram ke atas kerbau. Kalau wartawan itu benar ia tentu akan menulis bahwasanya orang Aceh sedang memandikan kerbau,” katanya.
Akan tetapi, tambahnya 'karena ada tujuan profokasi lain maka oleh wartawan akan ditulis, orang Aceh mandi bersama dengan kerbau.[]


