LHOKSUKON – Sebagian gampong di Kabupaten Aceh Utara dilaporkan belum menerima pencairan dana desa tahap I tahun 2017.

“Dana desa tahap I-2017 belum cair. LPJ dana desa tahap II-2016 sudah siap, hanya lambat realisasi (diserahkan) ke (Badan Pengelolaan) Keuangan. Insya Allah paling lambat Kamis ini dana sudah masuk ke rekening desa,” ujar Geuchik Matang Teungoh, Kemukiman Ara Bungkok, Kecamatan Lhoksukon, Muhammad Nasir, S.H.I., dihubungi portalsatu.com, Selasa, 29 Agustus 2017.

Nasir mengakui, belum cairnya dana desa tahap I-2017 berdampak terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan.

“Ini kan sudah hampir memasuki akhir tahun, apalagi item proyek yang kita kerjakan di desa berada di seputaran sawah. Jika waktunya panjang, mungkin tahap pengerjaan akan lebih mudah. Namun karena dananya lambat untuk penarikan, maka yang kewalahan pihak desa. Beda halnya jika proyek yang kami kerjakan berada di pinggir jalan, itu gampang. Akan teapi yang kami kerjakan di sekitar sawah, misalkan saluran buang,” katanya.

Nasir menyebutkan, jika dana desa 2017 baru bisa dicairkan setelah LPJ siap, kemungkinan hanya sekitar 20 persen desa yang akan dicairkan dana itu, sementara desa-desa lainnya banyak yang belum siap. “Untuk desa kami LPJ sudah siap, tapi banyak juga desa yang belum siap. Masalahnya, tahun 2016 lalu kami dikontrak sekecamatan. Jadi segala perencanaan, laporan dan lainnya dilakukan di kecamatan dengan merekrut pihak ketiga,” ucapnya.

“Yang jadi permasalahnnya LPJ di kecamatan yang dikerjakan pihak ketiga. Nah, pihak ketiga itu memegang banyak desa, sehingga tidak ter-cover sekaligus. Di Kecamatan Lhoksukon ada beberapa gampong yang sudah cair dan melakukan penarikan, yaitu Gampong Lhok Sentang, Ulee Gunong, dan Cot U Sibak,” ujar Nasir.

Geuchik Cot U Sibak, Ismail mengatakan, “Dana desa tahap I-2017 untuk Cot U Sibak sudah cair sepekan lalu. Di gampong sudah kami kerjakan sejak 10 hari lalu. Kita duluan kerja, baru belakangan cair dananya”.[]