LHOKSEUMAWE – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma meminta pemerintah daerah memberi dukungan kepada Bulog agar dapat membeli gabah petani sesuai harga pasar. Hal ini dinilai penting agar gabah Aceh tidak lagi dijual oleh petani ke keluar daerah.

Haji Uma menyampaikan itu dalam pertemuan dengan Kepala Bulog Sub Divre Lhokseumawe, Armia, Senin, 11 Desember 2017. Pertemuan itu membahas tentang pemenuhan kebutuhan pangan.

“Dalam UU tentang Pangan disebutkan, pemerintah harus menjamin ketahanan pangan di daerah. Maka kita turun ke lapangan mengecek ketersediaan pangan, apakah ada kendala atau tidak,” ujar Haji Uma melalui siaran pers diterima portalsatu.com/.

Kepala Bulog Sub Divre Lhokseumawe, Armia menyebutkan, selama ini Bulog tidak menampung gabah masyarakat Aceh, karena tidak cocok antara harga pasar dengan harga ditetapkan pemerintah.

“Pemerintah hanya mampu membeli Rp3.700 per kilogram, sedangkan harga pasar lebih dari Rp4.000. Makanya gabah Aceh banyak dijual ke luar Aceh,” kata Armia.

Armia mengatakan, saat ini Bulog memiliki stok 5.000 ton beras untuk tiga bulan ke depan dan akan disalurkan ketiga daerah, termasuk Lhokseumawe dan Aceh Utara. Untuk mengantisipasi kebutuhan korban bencana alam dan lainnya, setiap tahun disubsidi sekitar 300 ton bagi tiga kabupaten/kota di wilayah Bulog Lhokseumawe.[](rel)