BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menjadi narasumber Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Potensial Calon Kepala Daerah Tahun 2016 di The Pade Hotel, Jumat (kemarin). Illiza berbagi pengalamannya sebagai perempuan yang sudah lama berkiprah di dunia politik.

Illiza mengatakan, untuk mengawali itu semua perlu keyakinan dan ikhtiar ekstra. “Segala sesuatu harus dimulai dengan keyakinan, termasuk ketika seorang perempuan ingin terjun ke dunia politik. Kita perlu berikhtiar secara ekstra, tanamkan semangat dan keyakinan yang lebih. Hidup adalah perjuangan, perjuangan harus diperjuangkan. Namun kadang-kadang perjuangan itu dikoyak oleh pemikiran kita sendiri karena keraguan,” ujarnya.

Sebagai perempuan yang terjun dalam dunia politik, Illiza mengacu kepada perkataan salah seorang tokoh politik perempuan Pakistan Benazir Bhutto yaitu ketika kaum hawa terjun ke ranah politik mereka tetap harus mempertahankan identitas sebagai perempuan dan ibu.

“Oleh karena itu, ketika perempuan bergelut di dunia politik maka perannya lebih berat dan memiliki tantangan lebih besar dari pada kaum lelaki,” ujar Illiza, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com.

Dalam memimpin, lanjut Illiza, perempuan harus mengetahui kepemimpinan khas perempuan. Jika bercita-cita ingin menjadi pemimpin maka harus punya target dan membangun harmonisasi dari diri sendiri. Harus punya target. 

“Saat saya mau maju dulu saya sudah mempelajari dan bertanya tentang kepemimpinan perempuan . Dulu ternyata Sulthanah di Aceh  bahkan bisa memimpin hingga Asia tenggara. Saat itu saya juga berkata pada diri saya sendiri jika saya berhasil jadi pemimpin perempuan di Banda Aceh, maka saya berhasil meningkatkan kepercayaan orang di Aceh pada kepemimpinan perempuan, ” kata Illiza.

Acara pelatihan tersebut sejak tanggal 14 dan akan berakhir 18 September mendatang. Sebanyak 40 perempuan mengikuti acara itu berasal dari berbagai unsur seperti pimpinan organisasi masyarakat (ormas), pengusaha, partai politik, maupun tokoh masyarakat.[] (rel)