BANDA ACEH Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Irwan Djohan, mengaku belum membaca berita pembeberan dana aspirasi DPRA 2017 yang dilakukan GeRAK kemarin.
Saya belum membaca berita tentang hal itu. Saat ini saya sedang berada di Berlin mendampingi tim kesenian Aceh yang menjadi bagian delegasi Indonesia sesuai permintaan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di acara ITB (Internationale Tourismus Borse) 2017, kata Irwan Djohan, melalui pesan singkatnya saat dihubungi portalsatu.com.
Namun, dia mendukung langkah yang dilakukan GeRAK terkait kasus aspirasi tersebut. Dia mengaku mendukung semua hal terkait transparansi atau keterbukaan informasi publik.
“Saya dukung sepenuhnya, apalagi terkait transparansi anggaran atau APBA. Tujuannya agar masyarakat semakin paham, memiliki informasi yang cukup dan semakin cerdas,” katanya lagi.
Selain itu, Irwan Djohan juga menjelaskan hal tersebut akan membuat anggota dewan untuk lebih berhati-hati lagi dalam menyusun anggaran. Selain itu, masyarakat juga dapat mengetahui serta tidak salah dalam memahami apa itu program aspirasi rakyat melalui anggota dewan.
Jika ada transparansi, Pemerintah Aceh juga semakin hati-hati dalam menyusun anggaran untuk kepentingan rakyat dan pembangunan Aceh, kata Irwan Djohan.
Irwan Djohan mengatakan masyarakat juga harus tahu terkait isi APBA, yang jumlahnya mencapai Rp14 triliun lebih. Hal ini berlaku tidak hanya program-program usulan masyarakat melalui anggota dewan saja, tetapi seluruh isi APBA.
“Yang jumlahnya Rp14 triliun lebih itu perlu diketahui oleh publik, katanya.[]



