BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, dan Ketua DPRA, Tgk. Muharuddin, terlihat dibuat “akrab” oleh Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar, dalam momen hari raya Idul Fitri. “Keakraban” itu tampil dalam beberapa foto yang beredar melalui grup WhatsApp, Jumat, 15 Juni 2018.
Dalam foto-foto itu Gubernur Irwandi dan Ketua DPRA, Tgk. Muhar seolah sedang “didamaikan” oleh Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar. Dalam salah satu foto tampak pula Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, dan Wakil Gubernur Aceh ikut mempererat jabat tangan Irwandi dan Tgk. Muhar yang ditengahi Wali Nanggroe Aceh. Mereka pun tersenyum lebar.
Sebagaimana diketahui, hubungan Gubernur Irwandi dengan pihak DPRA memanas sejak ditetapkannya Pergub APBA 2018 hingga persoalan regulasi tentang pelantikan anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh periode 2018-2023.
Beredarnya beberapa foto “keakraban” Gubernur Irwandi dan Ketua DPRA Tgk. Muhar itu seakan mencairkan suasana dan “saling memaafkan” pada saat yang tepat yaitu di hari kemenangan.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, mengatakan, salah satu foto yang beredar itu merupakan foto bersama di ruang VIP Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, usai salat Idul Fitri 1439 Hijriah, Jumat, 15 Juni 2018, sekitar pukul 09.15 WIB. Dalam foto itu Gubernur Irwandi dan Ketua DPRA Tgk. Muhar berjabat tangan, yang dipererat oleh Wali Nanggroe Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda dan Wagub Aceh.
“Itu merupakan bentuk silaturahmi lebaran antarsesama pimpinan Aceh. Konteksnya itu silaturahmi Forkopimda bersama Wali Nanggroe Aceh,” ujar SAG dihubungi lewat telepon seluler, Jumat malam.
SAG melanjutkan, “Jika ada pihak yang mengaitkan dengan polemik sebelumnya antara eksekutif dan legislatif, saya kira itu harus bisa dibedakan dalam melakukan kegiatan pemerintahan, itu merupakan proses melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan kewenangannya masing-masing”.
Menurut SAG, pada hakikatnya Pemerintah dan DPR Aceh bersama-sama membangun Aceh ke depan yang lebih baik. Tentunya, kata SAG, silaturahmi itu pertanda baik bahwa momentum Idul Fitri ini bisa mempertemukan para pimpinan Aceh.
“Sehingga bisa membuat suasana cair, maka dengan harapan ke depan setelah perayaan Idul Fitri semua bisa dikomunikasikan dengan baik sehingga akan mendapatkan titik temu,” ujar SAG.
SAG menyebutkan, silaturahmi itu salah satu pertanda baik, karena bisa berkomunikasi secara langsung antara Gubernur dengan Ketua DPRA, dan hal ini dinilai awal yang baik untuk ke depan.[]




