ACEH BARAT – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Karhutla sejak Rabu, 29 Agustus 2018 tersebut baru diketahui Jumat menjelang sore.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBD), H.T. Ahmad Dadek, S.H., mengatakan, Karhutla diketahui setelah adanya laporan masyarakat pada pukul 15.00 WIB, Jumat. 

Berawal dari laporan warga, Koordinator Pemadam Kebakaran dan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) langsung melakukan pemantauan dari Lantai III Gedung BPBD setempat. Setelah melihat adanya asap tebal di titik yang dilaporkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) dikerahkan ke lokasi di Gampong Pasie Aceh Tunong, Meureubo. 

“Koordinator Damkar, Pusdalops, dan TRC bergerak ke lokasi Karhutla dan melaporkan hasil kepada pimpinan untuk langkah penanganan pemadaman lebih lanjut,” kata Dadek dalam keterangan diterima portalsatu.com/, Jumat sore. 

Titik koordinat Karhutla di Gampong Pasie Tunong yakni N.4•11'56 dengan kondisi api sudah padam, dan E.96•10'49, masih dalam penanganan. Upaya pemadaman terkendala dengan tidak adanya akses ke lokasi itu, serta sumber air jauh dari lokasi kebakaran. 

Dadek menyebutkan, titik api juga terlihat di dua kecamatan lain di kabupaten itu. “Kecamatan Woyla Timur dengan titik hotspot N.4•45184230804, E.96•1301345825, dan Kecamatan Woyla dengan titik hotspot N.4•45449066162, dan E.96•020202637,” ujarnya. 

Berdasarkan data prakiraan cuaca BPBD Aceh Barat, hutan dan lahan di Aceh Barat saat ini berada pada kategori “mudah terbakar”.[]