BANDA ACEH – Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Pidie Jaya, M Nasir, angkat bicara terkait 4,5 ton beras bantuan yang diamankan Polsek Meureudu pada Jumat, 19 Januari 2018 lalu. Selaku pimpinan, dia mengaku tidak mengetahui jika beras yang ada di gudang logistik BPBD Pidie Jaya dibawa keluar oleh stafnya.
"Kabid saya kan yang mengeluarkan itu. Dia mengaku melakukan, entah dia ditukar atau dijual, cuma tidak ada koordinasi sama saya, tidak ada izin," kata Nasir saat dikonfirmasi portalsatu.com/, Selasa, 22 Januari 2018 sore.
Dia mengatakan biasanya setiap barang bantuan yang keluar dari gudang tersebut selalu dikoordinasi dengan dirinya. Namun, berbeda dengan beras 4,5 ton yang kini disita petugas Mapolsek Meureudu karena diduga hendak dijual ke Samalanga.
Dia kemudian mencontohkan setiap sak beras yang disalurkan ke desa-desa, selalu memerlukan izin dari pihaknya. Nasir baru mengetahui adanya beras bantuan yang keluar dari gudang BPBD Pidie Jaya setelah dikonfirmasi pihak kepolisian.
“Sudah ketangkap, karena tidak ada dia bilang (koordinasi), misalnya ini pak mau saya keluarkan. Karena biasanya kiriman ke desa saja yang 10 sak, harus tanda tangan saya dulu baru dibawa keluar. Namun ini tidak,” kata Nasir lagi.
Sebelumnya diberitakan, Tim Opsnal Reskrim Polsek Mereudu mengamankan 4,5 ton beras bantuan yang dibawa dengan menggunakan truk barang di kawasan di Gampong Brandeh Alue, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya pada Jumat, 19 Januari 2018 sekira pukul 22.00 WIB. Beras yang dibawa oleh M, 30 tahun, warga Kecamatan Samalanga, Bireuen, dengan menggunakan truk bernomor polisi (Nopol) BL 8945 Z, diduga akan dijual ke daerah Samalanga, Bireuen.
“Saya tidak bertanggung jawab saat ditanya (konfirmasi pihak kepolisian). Karena saya memang tidak tahu kan,” ujar Kepala BPBD Pidie Jaya, M. Nasir.[]



