BANDA ACEH – Angkutan penyeberangan Ulee Lheue-Sabang menjelang Idul Fitri 1438 Hijriah hanya dilayani KMP Tanjung Burang. Kapal tua ini disebut-sebut pernah bermasalah dan sempat mogok di laut beberapa waktu lalu.

Meskipun demikian, Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue, Rusmansyah, menyebutkan kapal tersebut masih terus dioperasikan. “Memang kapalnya sudah tua, kalau pihak ASDP dan Syahbandar mengizinkan untuk berlayar, berarti sudah layak jalan,” kata Rusmansyah, kepada portalsatu.com, Senin, 12 Juni 2017.

Dia menyebutkan layak atau tidaknya kapal beroperasi merupakan tanggung jawab syahbandar. Sementara UPTD tidak memiliki wewenang. “Sampai hari ini Tanjung Burang masih layak jalan. Memang kemarin itu Tanjung Burang sempat mogok, ada masalah pada listriknya yang menyebabkan randon pintunya tidak bisa dibuka tutup,” kata Rusmansyah lagi.

Namun, menurut Rusmansyah, masalah tersebut sudah diatasi. Genset kapal Tanjung Burang juga sudah diganti dengan yang baru. “Kerusakan lain juga sudah diperbaiki,” katanya.

Rusmansyah mengaku tidak mengetahui apa permasalahan KMP Pulo Rondo milik Pemda Aceh yang sudah empat tahun terbengkalai. Kapal yang sepintas masih terlihat kokoh dan bagus dari luar ini “diparkir” di Ulee Lheue.

“Sejak sebelum saya di sini, (KMP Pulo Rondo) sudah tidak jalan lagi,” ujarnya.[]

Laporan: Taufan Mustafa