LHOKSUKON Kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan masih terus terjadi, meski hak-hak perempuan dijamin dalam undang-undang. LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Aceh selama ini berupaya memberikan solusi untuk menguatkan perempuan korban kekerasan.
Jika merujuk pada kebijakan yang sudah ada, hak-hak perempuan dijamin dalam UU. Namun sayang, kebijakan yang ada belum implementatif. Artinya, kebijakan yang ada belum sepenuhnya dijalankan untuk mendukung perempuan, ujar Roslina Rasyid, Ketua LBH APIK Aceh, dihubungi portalsatu.com, Selasa, 28 Maret 2017.
Roslina menjelaskan, mestinya kekerasan, penindasan dan diskriminasi tidak terjadi lagi terhadap perempuan. Kata dia, perempuan mendapatkan hak yang sama dengan lelaki, seperti dijamin dalam konstitusi. Namun, kata dia, realitasnya kekerasan terhadap perempuan masih terus terjadi.
Menurut Roslina, salah satu solusi terkait persoalan itu adalah kebijakan yang ada didorong untuk pemenuhan hak-hak perempuan atas kesetaraan dan keadilan. Perempuan juga berkesempatan atau berpeluang mengakses pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta berpartisipati dalam politik dan semua aspek kehidupan. Hal itu penting untuk pemberdayaan, peningkatan kapasitas dan kualitas hidup perempuan, ucapnya.
Roslina menyebut APIK Aceh selama ini berupaya menguatkan perempuan korban kekerasan. Di antaranya, dengan memberikan informasi yang benar terkait kasus mereka alami, baik terhadap korban maupun keluarga. Lalu, mendampingi proses hukum yang harus dilalui korban, melakukan konseling psikologis bekerja sama dengan psikolog, serta membentuk kelompok pendukung bagi korban (support group).
Kita mendukung korban untuk memilih proses yang menurut korban baik. Semua keputusan diserahkan kepada korban. Kita hanya memfasilitasi mereka mengambil keputusan terbaik yang dipilih dan menjadi pendengar yang baik. Kita juga mendengar dan mempercayai pengalaman korban tanpa menghakimi dan memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh korban. Keputusan itu tentunya berdasarkan informasi dan pengetahuan yang mereka terima, pungkas Roslina.[]

