Kamis, Juli 25, 2024

Buka Rapimda KNPI Subulussalam,...

SUBULUSSALAM - Penjabat (Pj) Wali Kota Subulussalam, H. Azhari, S. Ag., M.Si mengatakan...

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...
BerandaKata Konsultan Terkait...

Kata Konsultan Terkait Dugaan Lantai Masjid Giok Berbahan Batu Koral

SUKA MAKMUE – Hamid selaku konsultan mengaku hanya bertugas memasang bahan yang diberikan untuk menyelesaikan pembangunan  Masjid Agung Nagan Raya. Sementara bahan baku seperti batu giok tersebut disediakan pemerintah kabupaten Nagan Raya.

“Kita cuma tugasnya pasang bahan yang dikasih,” ujar Hamid menjawab portalsatu.com, Selasa, 31 Oktober 2017.

Dia mengaku bahan baku untuk lantai dan dinding masjid tersebut memang jenis batu giok. “Cuma belum dipoles, makanya nampak seperti batu koral,” katanya.

Hamid mengaku pengerjaan pemasangan lantai masjid berbahan dasar batu giok dihentikan sementara waktu. Alasannya karena banyak pihak yang menduga bahan baku lantai tersebut adalah batu koral.

“Pemasangan baru dilanjutkan jika sudah ada perintah,” ujarnya.

Melansir berita Serambi Indonesia, pemasangan batu giok meliputi seluruh lantai satu dan dua Masjid Agung Baitul ‘Ala yang dikenal dengan Masjid Giok. Batu mulia tersebut juga akan menghiasi bagian tiang masjid yang berjumlah 22 pilar.

Data media tersebut menyebutkan luas masjid ini mencapai 3.000 meter persegi. Sementara jumlah giok yang dipergunakan untuk melapisi lantai masjid mencapai 3.196 meter persegi. Lantai dua yang luasnya mencapai 2.000 meter persegi, akan dipasang batu giok sebanyak 2.060 meter persegi. Jika dikalkulasikan penggunaan batu giok ini setara dengan uang Rp50 miliar. Satu meter persegi lantai batu giok beratnya 60 kg.

Sebagai catatan, harga satu kilogram giok di pasar internasional saat ini mencapai lebih kurang $20 USD. Jika nilai ini dikalikan satu meter persegi giok dengan 60 kilogram lantai, maka jumlahnya mencapai $1.200 USD. Total USD tersebut jika dikalikan dengan kurs rupiah terhadap mata uang dollar saat ini sebesar Rp13 ribu lebih, maka harga satu meter persegi lantai giok tersebut bernilai sekitar Rp16 juta. 

Dengan demikian, jika semua lantai yang mencapai luas 3.196 meter persegi dipasangi batu giok, maka total nilai uang dari batu alam untuk pembangunan masjid tersebut sekitar Rp50 miliar.[]

Baca juga: