LHOKSUKON – Kawasan sungai di Kecamatan Geureudong Pase, pedalaman Aceh Utara mulai ramai dikunjungi, terutama anggota komunitas trail yang melakukan adventure ke lokasi Air Terjun Tujuh Bidadari. Saat ini, jalan menuju air terjun itu memang hanya dapat dilalui motor trail dan jonder.

Salah satu tokoh yang mengetahui kondisi kawasan pedalaman Geureudong Pase itu ialah Ibnu Hasyem alias Lambusoe, mantan kombatan GAM yang kini menjabat Mukim Teungku di Manyang. Terkait meninggalnya anggota komunitas trail asal Lhoksukon yang dilaporkan akibat terseret arus sungai, kemarin (Selasa), Lambusoe menyebutkan, ada dua versi lokasi kejadian, yaitu Krueng Suak dan Alue Kroeh.

“Jika memang mereka pulang dari Air Terjun Tujuh Bidadari, maka besar kemungkinan kejadiannya di Krueng Suak yang merupakan aliran Krueng Lhoksukon dan Krueng Paya Bakong,” ujar Lambusoe, dihubungi portalsatu.com, Rabu, 29 Maret 2017.

Mantan anggota DPRK Aceh Utara itu melanjutkan, “Jika ditemukan di Buket Apolo, maka lokasi kejadian bukan di Krueng Suak, melainkan di Alue Kroeh yang merupakan aliran Krueng Pase, Geudong, (Kecamatan) Samudera. Kemungkinan besar mereka (anggota komunitas trail) pulang dari Air Terjun Tujuh Bidadari, lalu masuk ke Alue Kroeh”.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad Nur Mujib alias Si Om, warga Gampong Meunasah Ceubrek, Kecamatan Lhoksukon, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dalam sungai di kawasan Buket Apolo, Kecamatan Geuredong Pase, Aceh Utara, Rabu, 29 Maret 2017, sekitar pukul 08.00 WIB. Korban merupakan mekanik motor trail 91 Manual Tech Lhoksukon. Ia juga tercatat sebagai anggota komunitas Team Trail Track On Lhoksukon.

Ahmad Nur Mujib hilang terseret arus di kawasan Krueng (Sungai) Suak, Selasa, 28 Maret 2017, sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, korban bersama 10 anggota komunitas trail lainnya sedang melakukan adventure.(Baca: Terseret Air Bah Krueng Suak, Mekanik Komunitas Motor Trail Tewas)[]