BANDA ACEH – Ketua Mapesa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh), Mizuar Mahdi, mengatakan, pihaknya telah menyerahkan materi pameran batu nisan Aceh kepada Pengurus Museum Negeri Aceh.
“Kita sudah serahkan foto dan teksnya, juga tulisan dan terjemahan dari 12 batang batu nisan Aceh yang telah dibawa dari Sekretariat Mapesa ke Museum,” kata Mizuar, Kamis, 13 April 2017.
Mizuar mengatakan, ada beberapa batang batu nisan Aceh yang diselamatkan oleh Dr Husaini Ibrahim di rumahnya juga harus dibawa ke Museum Aceh untuk bahan pameran.
Sebagaimana diketahui, pameran bertema ''Batu Nisan Aceh – Dan Sumbangannya Bagi Pengetahuan Sejarah Kebudayaan dan Peradaban Islam di Asia Tenggara”, akan dilangsungkan di Museum Aceh, pada 9-16 Mei 2017.
Pameran enam hari ini dilaksanakan oleh Museum Negeri Aceh bersama Mapesa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh) dan BPCB.
Batu nisan yang akan dipamerkan nantinya adalah warisan Kesultanan Lamuri, Samudra Pasai, dan Aceh Darussalam.
Selain pameran, bersamaan itu juga dibuat seminar tentang batu nisan Aceh dengan pemateri Dr Husaini Ibrahim, Taqiyuddin Muhammad, Deddy Sastria, dan seorang arkeolog dari Sumatra Utara,” kata Almuniza.
Pada kesempatan lain, pengurus Museum Aceh, Almuniza Kamal, mengatakan, secara keseluruhan, persiapan panitia telah lebih 60 persen.
Sebelumnya, Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyatakan segera mengeluarkan peraturan gubernur (Pergub) tentang Batu Nisan Aceh, dan mendaftarkan benda warisan dunia Islam dari peradaban Aceh tersebut di UNESCO sebagai benda warisan budaya dunia.[]



