DARUL KAMAL – Camat Darul Kamal, Subhan, mengadakan acara ziarah, doa bersama, dan tausiah di Kompleks Makam Sultan Mudzhaffar Syah bin ‘Inayat Syah bin ‘Abdullah Al-Malikil Mubin Rahimahumullah, di Gampong Biluy, Kecamatan Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar, Jumat, 18 Agustus 2023, sehari setelah peringatan HUT ke-78 tahun Republik Indonesia.
Kegiatan bagian dari memperingati HUT Kemerdekaan RI itu diikuti ratusan orang. Selain Camat Subhan dan unsur Muspika Darul Kamal, juga hadir Ketua MPU, MAA, KUA, Imum Mukim, Forum Keuchik, para pelajar dan guru dari sejumlah sekolah di Darul Kamal.
Camat Subhan turut mengundang Ketua Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa), Mizuar Mahdi, sebagai pembicara untuk memaparkan Sejarah Aceh secara umum, dan tentang Sultan Mudzhaffar Syah secara khusus.

Kegiatan diawali membaca surah Yasin, samadiyah, zikir dan doa bersama dipimpin Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Darul Kamal, Abi Muhibuddin. Dilanjutkan pemaparan sejarah oleh Mizuar Mahdi, lalu tausiah juga disampaikan Abi Muhibuddin. Setelah itu, peserta acara ziarah menikmati kenduri bu kulah.
Mizuar Mahdi menjelaskan Sultan Mudzhaffar Syah adalah Sultan Aceh bertarikh wafat pada 902 H/1497 M. “Beliau adalah seorang tokoh bergelar Sultan dengan tarikh wafat paling awal sejauh yang ditemukan di lembah Aceh Besar sampai dengan waktu ini,” kata Ketua Mapesa di hadapan peserta acara ziarah.
Artinya, kata Mizuar, Sultan Mudzhaffar Syah merupakan sultan pertama yang memerintah kerajaan Islam di lembah Aceh Besar masa silam. “Penting bagi generasi Aceh hari ini untuk mempelajari tentang sosok dan kepribadian sultan ini, yang telah menyebarkan Islam untuk memberikan rahmatan lil a’lamin bagi masyarakat Darul Kamal masa lampau. Sehingga keteladanan tersebut kita harapkan dapat diterapkan oleh generasi Aceh dalam membangun Aceh masa depan yang jauh lebih baik,” tuturnya.

[Ketua Mapesa Mizuar Mahdi memaparkan sejarah.]
Mizuar mengapresiasi Camat Darul Kamal mengadakan kegiatan yang mewarnai peringatan HUT RI di kompleks makam sultan itu. Hal ini untuk mengikat semangat kemerdekaan dengan sejarah kebesaran Aceh di masa lampau agar generasi hari ini dapat menghayati perjalanan bangsa yang sudah demikian panjang.
“Sepengetahuan kami, ini pertama kali diadakan kegiatan memperingati HUT RI di kompleks makam. Biasanya setiap tahun kita melihat banyak acara panjat pohon pinang dan permainan tradisional lainnya untuk memeriahkan HUT RI. Tapi, kali ini di Darul Kamal dihadirkan acara yang berbeda, ziarah makam sultan, yang diinisiasi Pak Camat Subhan, dan melibatkan masyarakat Kecamatan Darul Kamal,” ujar Mizuar.
Mapesa berharap kegiatan ziarah makam sultan tersebut dapat digelar setiap bulan oleh Pemerintah Kecamatan Darul Kamal. “Minimal diajak anak-anak sekolah untuk ziarah dan mendengarkan pemaparan sejarah. Misalnya, bulan depan diajak para pelajar SMA di Darul Kamal, berikutnya SMA dari kecamatan lain di Aceh Besar. Begitu pula pelajar SMP, dan SD sederajat, dibuat secara kontinu dan bergiliran,” kata Mizuar.

Mizuar juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga bukti-bukti sejarah Aceh yang masih tersisa yakni batu nisan terpahat tulisan Arab.
Merespons saran tersebut, Camat Darul Kamal, Subhan, mengatakan kegiatan ziarah makam sultan ini akan dijadikan agenda tahunan. Paling tidak akan dilakukan lagi untuk memperingati Haul ke-543 tahun wafatnya Sultan Mudzhaffar Syah pada 20 Rajab Hijrah mendatang.[](red)







