LHOKSEUMAWE Harga beras di Lhokseumawe dilaporkan kembali naik. Warga mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok itu yang dinilai semakin menyusahkan kaum ekonomi lemah. Keluhan juga disampaikan pengusaha warung nasi.
Fajri, 25 tahun, seorang pedagang kelontong di Pasar Pusong Kota Lhokseumawe mengatakan harga beras rata-rata naik Rp4 ribu. Beras merek Rajawali dan Bahagia Tani yang awalnya Rp146 ribu perkarung atau 15 kg menjadi Rp150 ribu.
Menurut Fajri, beras yang berasal dari Matang Glumpang Dua, Bireuen, naik disebabkan daerah tersebut sedang memasuki musim tanam. “Harganya naik karena belum panen, stok beras menipis saat ini,” kata Fajri kepada portalsatu.com, Sabtu, 1 Oktober 2016.
Sejumlah warga setempat mengeluhkan tingginya harga beras yang dijual di pasar. Pasalnya, penghasilan sebagian warga sangat terbatas, sementara harga kebutuhan pokok seperti beras cukup mahal.
Sementara Irna, 43 tahun, salah seorang pembeli mengeluhkan naiknya harga beras. Kata dia, seharusnya ada solusi dari pemerintah saat musim tanam agar harga beras tidak semakin tinggi.
“Beras merupakan kebutuhan pokok, mahal atau murah kami tetap harus beli. Apalagi penjual nasi seperti saya, hampir setiap hari harus membeli beras, jadi terasa sekali kalau harga beras naik,” sebut Irna.[]


