“Sudahlah, bro. Enggak usah kau kejar kali dunia ini, enggak dibawa ke kubur semua itu,” tegur seorang teman, pengusaha, yang bebarapa tahun ini lebih religius.
“Bung, adakah hal di dunia ini yang terlepas dari kehidupan kelak,” tanya saya.
Sahabat!!!
Hari-hari ini di medsos ataupun ceramah-ceramah, meminta kita menjauhi dunia. Bahkan, menakut-nakuti bahwa harta atau kekayaan akan menyulitkan masuk surga karena dihisab yang panjang.
Dan berbagai fobia pada upaya mencari harta/kaya. Sehingga untuk masuk surga hanya bisa didapat dengan ritual ibadah, benarkah hanya begitu?
Seolah menjadi kaya adalah negatif. Lalu, jika kita Muslim tidak kaya, siapa yang menyumbang untuk insfrastruktur agama? Seperti masjid dan sarana pendidikan. Siapa yang akan bayar zakat atau pajak untuk menyelenggara negara atau agama. Siapa yang membuka lapangan kerja bagi Muslim lain?
Siapa yang akan menyantuni fakir miskin, anak yatim, siapa yang akan membantu Muslim lain yang teraniaya karena perang/diskriminasi atau bencana? Siapa yang membantu dakwah, siapa yang akan membiayai jihad jika Islam diserang?
Ceramah-ceramah, quote quote yang bertebaran di medsos, dengan menakut-nakuti menjadi kaya adalah kampanye pihak lawan Islam. Demi melemahkan Islam. Lihatlah seluruh barang yang kita gunakan maupun kita makan. Berapa prosentase diproduksi oleh kita Muslim. Seluruh sarana hidup kita, diproduksi siapa?
Ibadah atau kebaikan sangat mudah dicapai dengan menggunakan harta/kaya. Maka umat Islam wajib kaya. Demi membuat Islam hebat. Umat Islam wajib hebat di segala lini pengetahuan dan ilmu. Agar makanan dan obat-obatan kita halal tanpa lemak babi.
Umat Islam wajib kuat. Untuk menjadi penguasa dunia agar bisa membela umat Islam dan umat manusia lain. Umat Islam wajib cerdas dan menjadi penemu. Agar seluruh teknologi menjadi sarana kemaslahatan Islam. Agar syiar Islam membumi dan diterima seluruh umat manusia.
Menjadi kaya, hebat dll., mutlak wajib bagi umat Islam. Dan harus ditempuh dengan cara-cara islami. Jalan ke surga terdekat bukan hanya dengan ritual. Tapi jalan terpendek dengan harta/kaya dan ilmu yang bermanfaat bagi manusia.
uslim wajib menguasai seluruh lini kehidupan. Agar panji-panji Islam tegak dan masyhur.[]




