SIGLI – Anda penggemar kopi? Kalau begitu kopi telur Lameu ini bisa Anda masukkan ke dalam wishlist wisata kuliner jika suatu hari nanti berkunjung ke Kabupaten Pidie, tepatnya di Kecamatan Sakti. Rasanya? Dijamin akan memberikan sensasi berbeda di lidah Anda.

Kopi telur adalah hidangan yang berasal dari racikan kopi saring yang dicampur dengan telur yang sudah dikocok. Atau dalam bahasa Aceh populer dengan sebutan boh manok weng. Meski sudah dicampur telur aroma kopinya tetap terasa. Dan yang paling penting sama sekali tidak berbau amis.

“Pertama telurnya kita kocok dulu sampai masak seperti ini di dalam gelas, baru nanti setelah ada yang pesan kita tambahkan kopi. Nanti telurnya karena sudah mengembang naik ke atas,” kata Iskandar, pemilik kedai kopi telur kepada portalsatu.com, Kamis petang, 25 Mei 2017.

Telur yang dipilih Iskandar adalah telur ayam arab, harusnya kata dia lebih bagus jika yang digunakan telur ayam kampung. “Tapi mencari telur ayam kampung sebanyak itu agak susah, hana barang. Makanya kami gunakan telur ayam arab,” ujar pria paruh baya tersebut.

Kesusahan yang bisa dimaklumi. Mengingat saban harinya kata Iskandar, sekitar 400 butir telur bisa dihabiskan untuk meracik kopi telur ini.

Usaha ini kata Iskandar sudah berjalan selama 13 tahun. Ia mulai merintis warung tersebut sejak masih masa konflik, di samping tetap menjalankan profesinya sebagai petani.

Untuk menikmati hidangan kopi telur ini biasanya disajikan dengan lemang yang dibakar di lokasi. Tetapi saat portalsatu.com berkunjung kemarin Iskandar tidak membakar lemang karena sudah dekat makmeugang.

Sebagai penggantinya ia menghidangkan roti pop atau roti sobek. Ketika sobekan roti tersebut bercampur dengan kopi telur dan mendarat di lidah, rasanyaaa…..hmmm…..benar-benar nikmat. Creamy! Tak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan asupan protein yang terkandung di dalam telur.

Bagaimana dengan harganya? Sangat ramah di kantong. Seporsi kopi telor hanya dihargai Rp 6 ribu saja. Mengapa bisa sangat murah?

Tanyoe di gampong hanjeut tacok meuhai that. Lagi pula, harga segitu sudah memadai, kita tidak perlu sewa toko, tidak ada biaya ini itu lagi,” kata Iskandar.

Warung ini memang tampak berbeda dengan warung kopi pada umumnya. Warung kopi ini berada di halaman rumah Iskandar yang terletak sekitar 200 meter dari jalan besar Lameu. Untuk tempat duduk pengunjung, Iskandar membangun sejumlah pondok yang muat sekitar empat atau lima orang.

Meski berada jauh di pedalaman, racikan kopi telur milik Iskandar sudah terkenal. Promosi dari mulut ke mulut membuat banyak para pecinta kopi yang datang ke warung Iskandar. Tak terkecuali para pembesar di Pidie atau Aceh. Bahkan kata Iskandar, Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem sering datang ke tempatnya.

Warung ini buka agak siang, sekitar pukul sepuluh hingga siang. Lalu saat waktu zuhur Iskandar menutup warungnya dan buka kembali sekitar pukul empat sore hingga malam.[]