BLANGKEJEREN – Kebun tembakau milik mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kabupaten Gayo Lues mendadak jadi perbincangan warga lantaran “dijaga” Harimau Sumatra. Banyak warga merasa penasaran dengan bertanya-tanya kenapa kebun mantan kombatan itu bisa “dijaga” harimau tanpa mengganggu manusia dan ternak di sekitarnya.

Pemilik kebun tembakau yang “dijaga” Harimau Sumatra itu adalah Jack Gayo, warga Desa Penampaan Uken, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Jack Gayo merupakan mantan kombatan GAM wilayah Gayo Lues yang saat ini menekuni usaha di bidang perkebunan tembakau di pegunungan Badak Uken, Desa Blangtemung, Kecamatan Dabun Gelang.

“Luas lahan yang saya tanami tembakau di Badak Uken kurang lebih lima hektare (Ha), dan sudah empat kali gagal panen lantaran diserang hama ulat dan hama babi hutan,” kata Jack Gayo kepada portalsatu.com/ di Blangkejeren, Gayo Lues, Senin, 1 Agustus 2022.

Jack Gayo menceritakan, beberapa kali gagal panen tembakau membuat dirinya mengalami banyak kerugian. Saat hendak menanam tembakau kelima kali, ia berinisiatif membeli ayam putih dan membuat acara kenduri dengan memohon doa kepada Allah SWT agar melindungi kebun tembakaunya. Setelah itu barulah ia bersama anggotanya melakukan penanaman bibit tembakau.

“Alhamdulilah, setelah melakukan kenduri dengan memotong ayam putih di kebun, proses penanaman tembakau berjalan lancar. Beberapa minggu setelah menanam tembakau, datang satu ekor Harimau Sumatra dewasa berkelamin jantan mengelilingi kebun saya itu,” ujar Jack Gayo.

Jack Gayo menyebut awalnya Harimau Sumatra hanya mengelilingi kebun tembakau seluas lima Ha itu dan tidur di antara tanaman tembakau. “Kemudian harimau itu terus mendekat hingga sering tidur di samping rumah (gubuk) dalam kebun milik saya,” ungkapnya.

“Harimau Sumatra ini biasanya datang sore hari, paling lama jam sembilan malam (pukul 21.00 WIB). Ketika dia datang malam hari, biasanya tidur di samping rumah atau di tempat penyimpanan tembakau yang telah dipetik. Suara napasnya pun sangat keras terdengar. Saat kami bangun pagi-pagi, harimau itu telah pergi dari kebun,” tambah Jack Gayo.

Menurut Jack Gayo, sejak kedatangan Harimau Sumatra itu, tanaman tembakau miliknya tidak lagi diserang hama ulat dan babi hutan. “Kali ini sudah bisa panen untuk dikirim keluar daerah”.

“Saya tidak tahu apakah karena ritual kenduri memotong ayam putih kemarin itu yang menyebabkan kedatangan harimau ini. Yang jelas, setelah itu harimau datang ke kebun saya dan tembakau yang saya tanam tidak diserang hama lagi,” tuturnya.

Harimau Sumatra itu, kata Jack Gayo, tidak pernah mengganggu ayam yang dipelihara di areal perkebunan. Juga tidak pernah mengganggu warga yang berkebun di kawasan Badak Uken. Meski begitu, petani di daerah tersebut tetap waspada.

“Sudah datang pihak BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dan pihak terkait lainya ke kebun saya itu. Tetapi mereka tidak mengambil tindakan, hanya meminta keterangan saja. Mudah-mudahan harimau ini tidak mengganggu manusia,” ujar Jack Gayo.[]