LHOKSEUMAWE- Keluarga Fakrul Ula, bocah yang diduga mengalami gizi buruk dari Dusun Batee Leusong, Gampong Seumriah, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, membutuhkan uluran tangan para dermawan. Orang tua bocah berusia dua tahun lebih itu mengaku butuh biaya untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Cut Meutia ini, Fakhrul sempat dirawat di Rumah Sakit Kesrem selama tiga hari. Saat dibawa ke Kesrem ada yang beri sumbangan, tapi saat ini kami tidak punya uang sedikit pun untuk kebutuhan sehari-hari, kata Ti Hawa, 32 tahun, ibu kandung bocah itu, ditemui portalsatu.com, Rabu, 10 Februari 2016.
Saat ini Fakrul dirawat di ruang Poli Anak Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Buket Rata, Lhokseumawe. Perlu biaya untuk kebutuhan yang menjaganya di rumah sakit. Selain itu, bayi saya (adik kandung Fakrul) yang baru berusia dua bulan lebih sudah saya bawa pulang ke rumah, perlu uang membeli susu karena saya harus pergi pulang dari rumah ke rumah sakit, ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, jajaran Kodim Aceh Utara turun tangan mengevakuasi bocah dari keluarga miskin yang diduga busung lapar itu ke Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe, 5 Februari 2016. Setelah melakukan pemeriksaan di ruang IGD rumah sakit itu, dokter Andri menyebut Fakhrul mengalami gizi buruk.
Tadi setelah kita periksa, pasien mengalami gizi buruk. Biasanya gizi buruk memang ditandai dengan busung perut atau perut membesar, berat badannya tidak cukup untuk seusianya, nangis-nya lemah, makannya kurang, ujar Andri kepada portalsatu.com dan wartawan lainnya di ruang IGD Rumah Sakit Kesrem, 5 Februari 2016. (Baca: Dokter: Bocah Batee Leusong Gizi Buruk) [] (idg)


