SUBULUSSALAM – Komunitas Wisata Kota Subulussalam (WKS) kembali menggelar kegiatan tahunan Kemah Durian (Muhun ala WKS) yang kini memasuki Season ke-5.
Acara ini menjadi agenda strategis dalam mengangkat potensi agrowisata durian lokal yang khas dari Kota Subulussalam.
Durian lokal Subulussalam dikenal memiliki kualitas unggul dengan cita rasa yang kaya, ketebalan daging yang memuaskan, warna daging yang menggoda, serta aroma kuat yang memikat, menjadikannya mampu bersaing dengan varietas durian lain di Indonesia.
Pada musim panen, durian dari wilayah ini selalu menjadi incaran para penadah dari Medan yang memborong dalam jumlah besar, menunjukkan tingginya daya tarik durian lokal di pasar regional.
Kemah Durian Season 5 menjadi lebih dari sekadar perayaan, melainkan langkah konkret untuk mendukung pelestarian durian lokal dan mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan. Kegiatan ini mengusung tema: “Dengan Pelaksanaan Kemah Durian, Membangkitkan dan Melestarikan Pohon Durian Lokal untuk Pengembangan Agrowisata Kota Subulussalam”.
Panitia Muhun Ala WKS Zulkarnain dalam siaran persnya kepada portalsatu.com/, Senin, 16 Desember 2024 mengatakan ada beberapa poin penting dalam kegiatan Kemah Durian tersebut.
Pertama, membangkitkan kesadaran akan potensi durian lokal yaitu edukasi bagi masyarakat dan wisatawan tentang keunggulan durian Subulussalam dan meningkatkan apresiasi terhadap pohon durian lokal sebagai aset berharga daerah.
Kedua, pelestarian pohon durian lokal melalui kampanye penanaman kembali bibit pohon durian untuk keberlanjutan produksi dan Kolaborasi dengan komunitas petani dalam menjaga dan mengelola kebun durian.
Selanjutnya, pengembangan agrowisata berbasis durian dengan menjadikan kebun durian sebagai destinasi wisata edukasi dan rekreasi dan menarik wisatawan domestik dan mancanegara melalui daya tarik durian lokal.
Terakhir, penguatan ekonomi lokal dengan mendukung UMKM dengan produk olahan durian seperti kuliner, suvenir, dan produk kreatif lainnya serta mendorong kerja sama antara petani, pengusaha, dan pemerintah dalam memasarkan durian lokal secara luas.
Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan penanaman bibit durian sebagai simbol kepedulian terhadap keberlangsungan pohon durian khas Subulussalam. Penanaman ini diharapkan dapat memperkuat produksi durian lokal di masa mendatang.
Pria yang akrab disapa Joel Jacko ini menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan durian lokal, memperkenalkan agrowisata Subulussalam kepada wisatawan, serta memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.
Kemah Durian Season 5 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wujud kepedulian bersama dalam menjaga kekayaan alam dan budaya lokal.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa durian lokal Subulussalam adalah aset berharga yang patut dijaga dan dikembangkan demi kemajuan pariwisata dan ekonomi daerah.[]



