SUBULUSSALAM – Kemah Eksekutif melibatkan seluruh satuan kerja perangkat kota (SKPK), sekretariat kecamatan dan instansi vertikal dilaksanakan di Bumi Perkemahan Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam dilanda banjir setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut.

Pantauan portalsatu.com, Minggu, 27 November 2016 sejumlah tenda kontingen yang masih berada di lokasi kemah eksekutif terlihat terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter lebih.

Sejak tadi malam dilaporkan para kontingen sudah mulai melakukan evakuasi tenda disebabkan kondisi air terus naik. Sebanyak 400 peserta lebih, termasuk Wali Kota Merah Sakti dan Wakil Wali Kota Salmaza  sebelumnya berada di sana akhirnya meninggalkan lokasi karena kondisi banjir semakin naik sejak Sabtu sore.

Malam resepsi HUT ke-45 Korpri tingkat Kota Subulussalam dijadwalkan pada Sabtu malam di Bumi Pekemahan Namo Buaya juga batal terlaksana akibat banjir.

Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Subulussalam, Muhammad Nasir mengatakan meski banjir melanda kawasan kemah eksekutif namun kegiatan tetap berlangsung sesuai rencana.

Hanya saja pembukaan dan penutupan serta malam resepsi batal digelar karena kondisi lapangan berubah menjadi danau, menyebabkan tenda kontingen nyaris tenggelam banjir.

Menurutnya, solusi mengatasi ancaman banjir harus dibangun tanggul beton mengelilingi kompleks perkemahan, sehingga ketika sungai Rikit meluap air tidak merembet masuk ke dalam lokasi tersebut.

“Seharusnya ini harus dibangun tanggul keliling supaya air tidak masuk, itu baru jadi Bumi Perkemahan dan Pariwisata. Tapi Kalau melihat kondisi sekarang jadinya Bumi Perkemahan Tengah Laut,” kata Muhmmad Nasir sambil ketawa.[]