BANDA ACEH – Kementerian Agama Kantor Wilayah (Kanwil) Aceh melakukan evaluasi kegiatan belajar siswa madrasah dari rumah selama pandemik Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Aceh, Saifuddin, mengatakan, evaluasi terkait proses belajar siswa madrasah dilakukan menyusul terbitnya Instruksi Gubernur Aceh Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Wilayah Aceh.
“Kita evaluasi kebijakan dan langkah-langkah yang diambil oleh madrasah dalam menyikapi penghentian proses pembelajaran di madarasah sementara waktu, sehingga pendidikan anak-anak madrasah tidak terabaikan,” kata Saifuddin melalui keterangan resminya, Jumat, 10 April 2020.
Saifuddin menjelaskan, pemantauan dan evaluasi tetap akan dilakukan supaya proses belajar dari rumah bagi siswa madrasah dapat berjalan dengan baik. Metode belajar dari rumah menggunakan daring/online dan manual book yaitu memakai buku paket, setelah guru menginformasikan materi-materi yang belum selesai diajarkan dengan menggunakan SMS atau WhatsApp group. Selain itu, ia mengingatkan guru dan siswa madrasah untuk tidak mudik.
“Kami minta siswa dan guru dalam masa belajar di rumah ini untuk tidak mudik atau melakukan perjalanan keluar daerah, tetap stay di tempat masing-masing dan jauhi keramaian,” tegasnya.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Aceh, Zulkifli menyampaikan, evaluasi tersebut dilakukan dengan metode survei dengan responden Kepala Madrasah dan RA se-Aceh.
“Kepala Madrasah dan RA kita minta untuk mengisi tanggapan melalui https://forms.gle/WpXY2i71fDddpmmk7,” jelas Zulkifli.
Menurut Zulkifli, berdasarkan tanggapan responden yang telah masuk meskipun belum mencapai 100 persen, diketahui bahwa 98,6 persen madrasah dan RA menginstruksikan kepada siswa untuk belajar di rumah. Kemudian, 33,3 persen melaksanakan proses belajar via daring yang dikendalikan guru, 26,7 persen hanya melaksanakan sebagian saja, sementara 40,1 persen tidak melakukannya dengan sistem belajar online.
Sementara keterlibatan dan kerja sama orang tua, 96,3 persen menyatakan orang tua ikut aktif dan bekerja sama dalam proses belajar di rumah.
“Kita akan terus melakukan evaluasi pembelajaran dari rumah, kita harapkan meskipun proses belajar di madrasah libur, para siswa dapat belajar di rumah dengan dibantu oleh orang tua dan dikendalikan oleh para guru, dengan memanfaatkan tehnologi e-learning madrasah dan aplikasi lain yang relevan,” ucapnya.
Zulkifli menilai sistem belajar via daring/online yang dilakukan selama pandemik virus corona ini juga menuai hambatan, salah satunya paket internet. “Ada juga yang menjadi hambatan di lapangan, yaitu guru maupun siswa tidak dapat memenuhi kuota internet untuk pembelajaran daring/online,” pungkasnya.[](rilis)




