Senin, Juni 24, 2024

HUT Ke-50 Aceh Tenggara,...

KUTACANE - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tenggara membuka stan pelayanan...

Atlet KONI Aceh Rebut...

BANDA ACEH - Prestasi mengesankan ditoreh atlet binaan KONI Aceh yang dipersiapkan untuk...

Realisasi Pendapatan Asli Aceh...

BANDA ACEH - Realisasi Pendapatan Asli Aceh (PAA) tahun 2019-2023 melampaui target. Akan...

Judi Online: Antara Frustasi...

Oleh: Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Dosen Fakultas Syariah IAIN LhokseumawePemberitaan judi online akhir-akhir...
BerandaBerita PidieKemendikbudristek Tetapkan 210...

Kemendikbudristek Tetapkan 210 Sekolah Penggerak di Aceh, Pidie Lolos 8 Sekolah

SIGLI – Dari 210 sekolah yang lolos sebagai Sekolah Penggerak hasil seleksi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) angkatan III untuk Aceh, Pidie hanya lolos delapan sekolah.

Data diperoleh portalsatu.com, Kemendikbudristek menetapkan hasil penilaian Sekolah Penggerak di Aceh angkatan III tahun 2022 sebanyak 210 sekolah, baik SD maupun SMP di seluruh Aceh.

“Ya, untuk angkatan III, ada 8 sekolah yang ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak di Pidie. Hasil itu merupakan peniliaan langsung dari Kementerian dengan beberapa katagori,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pidie, Yusmadi, kepada portalsatu.com, Senin, 10 April 2023.

Adapun sekolah yang lolos sebagai Sekolah Penggerak, kata Yusmadi, 6 SD dan 2 SMP. Untuk SD terdiri dari, SD Negeri 2 Garot, SD Negeri 2 Gigieng, SD Negeri 2 Tijue, SD Negeri 3 Beureunuen, SD Negeri Krueng Dayah (Peukan Baro), dan SD Negeri 1 Tiro.

“Sedang untuk SMP yang beruntung, SMP Negeri 1 Muara Tiga dan SMP Sukma Bangsa,” ucap Yusmadi.

Yusmadi menyebut proses seleksi Sekolah Penggerak diikuti langsung kepala sekolah, penilaian profil sekolah, dan wawancara, serta sejumlah kriteria penilaian lainnya.

Setelah ditetap sebagai Sekolah Penggerak, seluruh personel mulai kepala sekolah, dewan guru dan karyawan akan digembleng pelatihan oleh kementerian. Sekolah juga diberi pendampingan selama tiga tahun dan dukungan dana afirmasi.

“Kepada sekolah yang lulus akan diberi pendampingan langsung oleh kementerian selama tiga tahun. Selain dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sekolah tersebut juga dapat suntikan dana afirmasi. Tujuannya agar termotivasi bagi sekolah lainnya agar mengikuti seleksi Sekolah Penggerak,” tutur Yusmadi.

Program pemerintah menyeleksi dan menetapkan Sekolah Penggerak bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan daerah.

Selain Sekolah Penggerak, Yusmadi mengatakan juga ada seleksi Guru Penggerak. Namun, peniliannya berbeda dengan Sekolah Penggerak. Kalau Guru Penggerak seleksinya pribadi guru. Mulai kemampuan teknis mengajar, ujian essay, praktik mengajar dan wawancara.

“Untuk Guru Penggerak angkatan 8 tahun ini, kita meloloskan 76 orang. Ini juga merupakan prestasi gemilang, dengan harapan ke depan dapat meningkat lagi kelulusan Guru Penggerak di Pidie,” pungkas Yusmadi.[](Zamahsari)

Baca juga: