SUBULUSSALAM – Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Masyhuri, S.K.M., M.M., meminta semua pihak turut menyukseskan program nasional sosialisasi filariasis atau penyakit kaki gajah untuk mencapai target eliminasi pada 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan Masyhuri dalam sosialisasi dan advokasi POPM Filariasis dalam upaya peningkatan minum obat filariasis di Hotel Hermes One, Rabu, 20 September 2017.

Ia mengatakan, di Kota Subulussalam terdapat tujuh kasus yang terindikasi mengalami filariasis. Dua di antaranya dinyatakan positif. Untuk mengantisipasi agar tidak menular, Dinas Kesehatan menyediakan obat filariasis yang akan dibagikan pada Oktober mendatang.

“Pada Oktober mendatang kami akan turun ke kampung-kampung membagikan obat filariasis. Ditargetkan 2020 mendatang, program eliminasi penyakit kaki gajah berhasil, Subulussalam bebas filariasis,” ujar Masyhuri.

Mantan Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Subulussalam ini mengatakan, sosialisasi ini melibatkan unsur muspika dan kepala puskesmas. Peserta diharapkan dapat menyampaikan kepada masyarakat terkait pentingnya mengonsumsi obat filariasis.

Kegiatan ini dibuka Sekda Subulussalam H. Damhuri, S.P., M.M., menghadirkan narasumber dari Kemenkes Dr. Elena Pangaribuan dan Dr. Abdul Fatah dari Dinkes Aceh.[] (*sar)