ACEH BARAT – Kejahatan seksual terhadap anak di Kabupaten Aceh Barat, sejak Januari hingga Juli 2018, tercatat, mencapai 14 kasus. Sementara, pada 2017, hanya terjadi 6 kasus. Hal ini menjadi sorotan Kepolisian Resor (Polres) kabupaten itu.

Bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), serta beberapa instansi terkait kabupaten itu, Kapolres Aceh Barat, AKBP H. Raden Bobby Aria Prakasa, Sabtu, 28 Juli 2018, menginisiasi penyadaran terhadap masyarakat, di pusatkan di Kompleks Perumahan Budha Tzu Chi, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

Alasan kompleks rumah bantuan korban tsunami tersebut menjadi tempat dihelatnya kegiatan bertajuk “Sosialisasi Tentang Kejahatan Seksual Terhadap Anak dan Perempuan oleh Kapolres Aceh Barat” ini, karena kasus kekerasan seksual terhadap anak marak terjadi di tempat itu.

Didalam materinya, Kapolres mengaku prihatin dengan meningkatnya kasus kejahatan seksual terhadap anak di kabupaten itu. Dirinya mengimbau, masyarakat tidak perlu takut mengadu kepada pihak kepolisian, jika sewaktu-waktu mengalami atau memiliki informasi kasus kekerasan seksual terhadap anak. 

Kepala P2TP2A Aceh Barat, Diah Pratiwi, S.Psi., mengatakan, inisiasi Kapolres dan melakukan sosialisasi merupakan langkah tepat, mengingat jumlah kasus kejahatan seksual terhadap anak, khususnya perempuan, kian marak di kabupaten itu. 

“Sebagai pendamping kasus saya sangat senang dengan kepedulian Kapolres dan Pemerintah Daerah atas maraknya kasus kejahatan seksual terhadap anak sekarang ini. Kalau kita bisa bersinergi seperti ini insha Allah, kita bisa menekan angka kejahatan seksual di kabupaten ini,” kata Diah, dihubungi portalsatu.com/, Sabtu, 28 Juli 2018, malam.

Menurut Diah, ia dapat merasakan antusiasme warga untuk mengikuti sosialisasi tersebut. “Mereka merasa diperhatikan dan tahu bahwa kita semua peduli dan prihatin. Yang datang banyak. Tadi bahkan sampai ada yang minta kepada Kapolres, agar kasus narkoba juga disorot di tempat mereka,” katanya.

Sosialisasi yang digelar di Masjid Al-Mawaddah, kompleks perumahan itu, dibuka oleh Bupati Aceh Barat, Ramli, MS. Kegiatan dimulai pagi dan berakhir sebelum pukul 12.00 WIB.[]