SUBULUSSALAM – Pendidikan menjadi salah satu fondasi utama dalam arah pembangunan yang dijalankan Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB). Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, HRB meyakini bahwa investasi terbesar yang harus dilakukan pemerintah bukan hanya membangun jalan, jembatan, atau infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Komitmen tersebut kembali dibuktikan melalui rangkaian langkah strategis yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Serangkaian agenda yang dimulai dari Aceh hingga Jakarta itu kini membuahkan hasil membanggakan. Kota Subulussalam berhasil menorehkan prestasi nasional dengan menempati urutan pertama dalam usulan pembukaan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026, sebuah program pendidikan prioritas pemerintah pusat.

Keberhasilan ini bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Di baliknya terdapat kerja keras, komunikasi intensif, serta komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperjuangkan masa depan generasi muda Subulussalam.

Perjalanan tersebut bermula di Banda Aceh. Setelah memperjuangkan aspirasi petani sawit dalam berbagai agenda strategis, HRB tidak langsung kembali ke daerah. Ia melanjutkan agenda penting dengan bersilaturahmi dan berdiskusi bersama Rektor Universitas Syiah Kuala.

Pertemuan itu memiliki tujuan yang sangat jelas, yakni membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi putra-putri Subulussalam agar memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan studi di salah satu perguruan tinggi terbaik di Aceh. Menurut HRB, pendidikan tinggi harus dapat diakses oleh seluruh anak daerah tanpa memandang latar belakang ekonomi.

“Kami ingin anak-anak Subulussalam memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dengan pendidikan, mereka dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga, membangun daerahnya, dan menjadi generasi yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Pendidikan adalah jalan terbaik untuk memutus mata rantai kemiskinan dan ketertinggalan,” kata HRB dalam siaran persnya diterima portalsatu.com, Jumat, 17 Juli 2026.

Komitmen tersebut kemudian berlanjut ke Jakarta. Di ibu kota negara, HRB menghadiri undangan resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam rapat persiapan pembukaan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), sebuah program yang menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam menciptakan generasi emas Indonesia.

SNT dirancang sebagai model pendidikan modern yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan pendidikan. Program ini mengedepankan pembelajaran berbasis riset, penguatan karakter, penguasaan teknologi, pengembangan kepemimpinan, literasi digital, kemampuan bahasa asing, hingga pembentukan lulusan yang siap menghadapi tantangan global.

Di tengah persaingan antardaerah untuk memperoleh program tersebut, Subulussalam tampil sebagai salah satu daerah yang paling siap.

Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil yang sangat membanggakan. Pada Jumat, 17 Juli 2026, Pemerintah Kota Subulussalam menerima surat resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) yang menempatkan Kota Subulussalam pada peringkat pertama dari 14 daerah di seluruh Indonesia yang diusulkan sebagai lokasi pembukaan Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026.

Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sektor pendidikan mendapat perhatian dan apresiasi dari pemerintah pusat.
Bagi masyarakat Subulussalam, capaian ini bukan sekadar sebuah angka atau peringkat administratif. Lebih dari itu, keberadaan SNT nantinya akan membuka peluang besar bagi anak-anak daerah untuk memperoleh pendidikan berkualitas nasional tanpa harus meninggalkan kampung halaman.

“Alhamdulillah, ini merupakan kabar baik bagi seluruh masyarakat Subulussalam. Semoga kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi nantinya benar-benar menjadi jalan lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Kita ingin anak-anak kita sukses tanpa harus jauh meninggalkan daerahnya,” ujar HRB.

Keberhasilan tersebut sekaligus melanjutkan berbagai capaian pemerintah daerah di bidang pendidikan. Sebelumnya, pada awal masa kepemimpinannya, HRB juga berhasil memperjuangkan hadirnya Program Sekolah Rakyat Rintisan hingga pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Kota Subulussalam.

Artinya, dalam waktu yang relatif singkat, pemerintah daerah telah berhasil menghadirkan dua program pendidikan strategis dari pemerintah pusat. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia benar-benar menjadi prioritas utama.

Saat ini, Pemerintah Kota Subulussalam mulai mempersiapkan berbagai tahapan lanjutan, mulai dari penyediaan lahan, pembangunan infrastruktur pendukung, koordinasi lintas kementerian, hingga sosialisasi kepada masyarakat agar proses pembangunan SNT dapat berjalan sesuai rencana.

Pemerintah juga berharap kehadiran sekolah tersebut nantinya tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas melalui tumbuhnya kawasan pendidikan baru, meningkatnya aktivitas masyarakat, serta terbukanya berbagai peluang usaha.

Dalam satu rangkaian kerja yang saling berkaitan, HRB menunjukkan arah pembangunan yang komprehensif. Dari memperjuangkan kesejahteraan petani sawit sebagai penggerak ekonomi rakyat, membuka akses pendidikan tinggi melalui kerja sama dengan Universitas Syiah Kuala, hingga menghadirkan Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai investasi jangka panjang bagi generasi penerus.

Semua langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya dipandang dari aspek fisik semata, tetapi juga dari upaya membangun manusia yang cerdas, berkarakter, produktif, dan berdaya saing.

Dengan capaian ini, harapan besar masyarakat terhadap kemajuan dunia pendidikan di Kota Subulussalam semakin nyata. Generasi muda memiliki peluang yang lebih luas untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus meninggalkan daerah sejak dini.

Visi besar “Tanoh Meutuah” yang diusung HRB kini perlahan menjelma menjadi kenyataan. Setiap langkah, setiap perjuangan, dan setiap kebijakan diarahkan untuk menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.

Bukan sekadar membangun hari ini, tetapi sedang menyiapkan masa depan Subulussalam untuk puluhan tahun mendatang—melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, beriman, serta mampu membawa nama baik daerah di tingkat nasional maupun dunia.[] (ril)