SUBULUSSALAM – Komitmen Pemerintah Kota Subulussalam dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul kembali dibuktikan melalui langkah nyata yang dilakukan Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB).
Dalam rangkaian agenda kerja yang padat beberapa hari terakhir, HRB tidak hanya memperjuangkan kepentingan sektor ekonomi masyarakat, tetapi juga memastikan masa depan pendidikan anak-anak Subulussalam menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
Rangkaian perjuangan tersebut dimulai dari Banda Aceh. Di ibu kota Provinsi Aceh itu, HRB hadir menyuarakan aspirasi ribuan petani sawit terkait berbagai persoalan yang mereka hadapi. Namun, setelah menuntaskan agenda ekonomi tersebut, HRB tidak langsung kembali ke Subulussalam. Ia justru melanjutkan langkah strategis dengan mengunjungi Universitas Syiah Kuala (USK), perguruan tinggi terbesar dan paling bergengsi di Aceh.
Dalam pertemuan bersama pimpinan universitas, HRB secara khusus membahas peluang yang lebih luas bagi putra-putri Kota Subulussalam agar memperoleh akses pendidikan tinggi di kampus tersebut. Menurutnya, pembangunan daerah tidak akan pernah berhasil tanpa investasi besar pada kualitas manusianya.
“Anak-anak Subulussalam harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan terbaik. Kami berharap semakin banyak putra-putri daerah yang dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Syiah Kuala. Kelak mereka akan kembali membawa ilmu, pengalaman, dan semangat untuk membangun kampung halamannya sendiri,” kata HRB siaran persnya diterima portalsatu.com, Jumat, 17 Juli 2026.
Bagi HRB, pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, sejak awal memimpin Kota Subulussalam, ia menjadikan peningkatan kualitas SDM sebagai salah satu program prioritas pemerintahannya.
Belum selesai agenda di Banda Aceh, HRB kembali melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Di ibu kota negara, ia memenuhi undangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menghadiri rapat persiapan pembukaan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), salah satu program strategis nasional yang digagas pemerintah pusat dalam rangka menyiapkan Generasi Emas Indonesia.
Program SNT dirancang sebagai model pendidikan terpadu yang mengintegrasikan jenjang pendidikan dasar hingga menengah dalam satu sistem yang modern. Kurikulumnya menitikberatkan pada penguatan karakter, pembelajaran berbasis riset, penguasaan teknologi, literasi digital, serta kemampuan bersaing di tingkat nasional maupun global.
Di tengah persiapan nasional tersebut, Pemerintah Kota Subulussalam menerima kabar yang sangat membanggakan. Berdasarkan surat resmi yang diterima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Kota Subulussalam berhasil menempati urutan pertama dari 14 daerah di seluruh Indonesia yang diusulkan sebagai lokasi pembukaan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi Kota Subulussalam. Di tengah persaingan berbagai daerah di Indonesia, Subulussalam dinilai memenuhi berbagai indikator kesiapan sehingga berada pada posisi teratas dalam daftar usulan pembukaan program tersebut.
Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa komitmen Pemerintah Kota Subulussalam terhadap pembangunan pendidikan bukan sekadar wacana. Berbagai langkah yang dilakukan mulai dari koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, penyediaan lahan, kesiapan infrastruktur, hingga penyusunan berbagai dokumen pendukung akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan.
HRB menyambut pencapaian tersebut dengan penuh rasa syukur. Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya milik pemerintah daerah, melainkan menjadi harapan baru bagi seluruh masyarakat Subulussalam.
“Ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi seluruh masyarakat Kota Subulussalam. Jika SNT resmi dibuka di daerah kita, maka anak-anak Subulussalam akan memperoleh akses pendidikan berkualitas tanpa harus meninggalkan kampung halaman. Ini adalah investasi besar untuk masa depan daerah kita,” kata HRB.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus bekerja keras menyiapkan seluruh kebutuhan agar pelaksanaan program tersebut berjalan sesuai rencana. Mulai dari penyediaan lahan, pembangunan sarana dan prasarana pendukung, koordinasi lintas kementerian, hingga sosialisasi kepada masyarakat akan terus dipercepat.
Lebih jauh, keberhasilan meraih peringkat pertama nasional untuk pembukaan SNT melengkapi berbagai capaian Pemerintah Kota Subulussalam di sektor pendidikan sejak awal kepemimpinan HRB.
Sebelumnya, pemerintah daerah juga berhasil memperjuangkan Program Sekolah Rakyat Rintisan serta pembangunan Sekolah Rakyat Permanen yang kini sedang dipersiapkan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa arah pembangunan Kota Subulussalam tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga berfokus pada pembangunan manusia. Pemerintah menyadari bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam mewujudkan kemajuan daerah di masa depan.
Rangkaian perjalanan kerja HRB dalam beberapa hari terakhir juga memperlihatkan pola kepemimpinan yang menyentuh berbagai sektor strategis secara bersamaan. Setelah memperjuangkan kepentingan petani sawit sebagai penggerak ekonomi masyarakat, ia langsung bergerak memperjuangkan masa depan pendidikan generasi muda.
Pendekatan pembangunan yang dilakukan tidak parsial, tetapi menyeluruh, mulai dari memperkuat fondasi ekonomi hingga membangun kualitas manusia sebagai aset terbesar daerah.
Keberhasilan menempatkan Kota Subulussalam pada urutan pertama nasional dalam usulan pembukaan Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi perjalanan pembangunan daerah. Harapan besar kini tertuju pada terwujudnya SNT di Kota Subulussalam, sehingga lahir generasi muda yang cerdas, berkarakter, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Bagi masyarakat “Tanoh Meutuah”, pencapaian ini bukan hanya sebuah prestasi administratif. Lebih dari itu, ini menjadi simbol optimisme bahwa anak-anak Negeri Sadakata akan memiliki kesempatan yang semakin luas untuk memperoleh pendidikan terbaik, menggapai cita-cita, dan kelak menjadi motor penggerak kemajuan Kota Subulussalam di masa depan.[] (ril)



