Karya: Jamaluddin Sulaiman

Arti cinta di mata Hollanda

Seikat bunga di tangan kanan berlumur keharuman
Sepucuk senapan di tangan kiri berdarah

Kepada istrinya si blonde keharuman bunga-bunga dipersembahkan
Kepada wanita-wanita Al-Asyi suaminya kepalanya dipenggal
Kepada serdadu Batavia tahta diberikan

Mesjid Baiturrahman dibakar, diubah diperindah
Ia benar-benar butuh akan tanah Bandar

Hollanda adalah penyair keruntuhan
Dengan tinta hitam disalin naskah pelayarannya yang kelam

Di sana
Sisa tinta itu masih berbekas tumpah di atas meriam-meriam lada sicupak yang disembunyikan di Bronbeek
Dipeluknya erat sebagai tanda kemenangan

Pasukannya di Kerkhoff terbaring tanpa tuan telah kehilangan honor dan upah
Hanya taman bunga penjajah

Cinta diartikan begitu ringkas leher ditebas dalam perang,
Membantai Teungku Chik di pagi
Membayar upah serdadu setia di petang

Loh Angen 14 Juli 2020.[]