SIGLI – Wakil Bupati Pidie, M. Iriawan, S.E., berkunjung ke rumah Habidah Abdullah, 48 tahun, warga miskin di Gampong Meucat Adan, Kecamatan Mutiara Timur.
Perempuan tujuh anak itu menceritakan tentang nasibnya yang tidak mampu bangkit dari kemiskinan, meski dirinya saban hari banting tulang menggais rezeki. Begitu juga suaminya, M.Yani Abubakar yang bekerja serabutan, hanya cukup untuk kebutuhan dapur. “Untuk biaya jajan sekolah anak saja kesulitan pak,” ujar Habidah kepada Wabup Pidie yang bertandang ke rumahnya, beberapa hari lalu.
Perempuan dengan rawut wajah lebih tua dari usianya itu mengungkapkan harapannya kepada wabup untuk membangun rumah layak huni sebagai tempat berlindung bersama anak-anaknya. “Lon lakei bak droeneh bapak untuk neubri rumoh keu kamoe saboh. Han mungken kamoe sanggop bangun keudroe rumoh,” katanya sembari menangis.
Kondisi rumah Habidah sangat memprihatinkan. Dinding bangunan kecil itu berkonstruksi papan sudah lapuk.
Wabup Iriawan mengatakan, dirinya akan berupaya membangun rumah layak huni untuk keluarga Habidah. Kata Iriawan, salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Pidie mengentaskan kemiskinan dan kebodohan.
“Saya berharap kesabaran dari ibu, serta terus berdoa agar rumah layak huni dapat segera dibangun untuk ibu,” kata Iriawan yang berkunjung ke rumah itu bersama Kabag Humas Pemkab Pidie, Safrizal, Camat Mutiara Timur Muhammad Haris dan Direktur Pidie Mengajar Said Safwatullah, S.H.
Wabup juga meminta Habidah untuk tidak mengabaikan pendidikan anak-anaknya. Karena pemerintah tidak memungut biaya. “Anak ibu harus sekolah dan mengaji. Jika ada masalah segera dilaporkan ke geuchik untuk diteruskan ke kami,” ujar Iriawan.
Iriawan turut menyerahkan bantuan berupa beras, telur, minyak goreng dan kebutuhan lainnya untuk warga miskin itu. Sembako tersebut merupakan bantuan pribadi Iriawan.[]

