ACEH UTARA – Masyarakat Gampong Teungoh Reuba, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, intat linto (mengantar pengantin pria) dengan cara yang unik ke rumah dara baro (mempelai wanita) di Gampong Ujong Reuba, Kecamatan Meurah Mulia, Sabtu, 21 September 2019, siang. 

Linto baro, Muliadi (26), diantar ke rumah dara baro, Marlina (21), dengan cara ditandu oleh sejumlah warga. Bak sang pangeran, Muliadi duduk di kursi yang dihias dengan kain adat Aceh warna merah. Ada pula payung cantik warna kuning keemasan agar linto baro itu tidak terkena sengatan matahari.

Ramai warga baik laki-laki maupun perempuan yang menjadi anggota rombongan pengantar pengantin tampak berhias senyum sambil mengayunkan langkah mengikuti linto baro di atas tandu.

Muliadi ditandu sejumlah warga dengan menempuh jarak ratusan meter dari rumah orang tuanya menuju pelaminan di rumah dara baro di Ujong Reuba, tetangga Gampong Teungoh Reuba.

Tiba di depan rumah dara baro, linto baro dan rombongan disambut hangat oleh pihak mempelai wanita dengan diiringi upacara adat tukar sirih oleh sesepuh kedua belah pihak. Selanjutnya kedua mempelai dipandu masuk ke dalam rumah untuk bersanding di pelaminan yang indah.

Geuchik Gampong Teungoh Reuba, Tgk. Samsul Bahri, kepada portalsatu.com, mengatakan, masyarakat setempat sengaja tidak menggunakan mobil dalam prosesi mengantar pengantin itu, karena jarak rumah kedua mempelai tergolong berdekatan. Maklum, gampong asal linto baro dengan gampong dara baro bertetangga.

Itulah sebabnya, kata Tgk. Samsul Bahri, pihaknya memilih cara berbeda dari biasanya untuk mengantar linto baro, yakni dengan cara ditandu. “Sebenarnya tandu ini juga keinginan dari Teungku Linto Baro. Jadi, keinginannya itu dipenuhi oleh warga dengan membuat tandu dari kayu yang dihiasi kain adat khas Aceh,” ujarnya.

Menurut dia, rombongan pengantin pria menuju rumah mempelai wanita menempuh jarak sekitar 700 meter. Muliadi sebagai linto baro ditandu empat orang dari posisi kanan dan kiri. “Tapi tandu ini bukan adat di Gampong Teungoh Reuba, itu hanya untuk memenuhi keinginan dari pengantin pria,” ucap Tgk. Samsul Bahri.

“Dan ternyata saat linto baro diantar ke rumah dara baro dengan cara ditandu, cukup menarik perhatian masyarakat,” tutur Pak Geuchik riang gembira.[]