Oleh Taufik Sentana
Cemburu bukan semata emosi dan gerak qalbu
ia lebih dari itu, ia bahasa cinta yang lembut-syahdu.
Ada cemburu yang rendah dan hina, cemburu yang muncul oleh warna dunia dan kemilaunya
Saat itu kita menyangka bahwa dunia dan semua perhiasannya akan membantu dan mengekalkan diri kita, padahal semua yang kita cari, capai dan kita banggakan akan binasa seperti kebun kebun kering yang terbakar sia sia.
Dan alangkah Sensitif Ia, saat Dia Melihat kita mencintai yang akan binasa dan terjebak dalam cinta materi semata, karena Ia juga Cemburu.[]
Taufik Sentana
Peminat seni dan sastra
sedang merampungkan Antologi Puisi “Password Kebahagiaan”.



