ACEH BARAT – Ada pemandangan unik di bibir Krueng (Sungai) Meureubo, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

Jika berkendara dari arah Meulaboh menuju Nagan Raya, tepat dari atas Jembatan Besi–sebutan untuk Jembatan Meureubo–terlihat hamparan tanaman padi di bibir (pinggir) sungai sisi kiri bawah jembatan tersebut.

Informasi diperoleh portalsatu.com/ dari Ishak (50), warga Gampong (Desa) Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo, sawah yang digarap di pinggir sungai itu tidak hanya di sisi kiri bawah jembatan. Ada puluhan petak sawah lainnya di pinggir Sungai Meureubo milik delapan Kepala Keluarga (KK) di desa itu.

“Kalau yang di bawah jembatan itu, memang baru. Baru dua bulan di tanam di situ. Pemiliknya kami panggil Jal. Tapi, kalau disusuri sisi sungai terus agak jauh ke dalam melalui sepanjang beton sungai maka akan ditemukan banyak sawah di pinggir Sungai Meureubo. Itu kami lakukan sejak 2007,” ujar Ishak, Selasa, 19 Juni 2018, sore.

Ishak mengaku memiliki sawah di pinggir sungai itu. Suami Raijah (60) ini, mengatakan, ia dan tujuh KK lainnya sudah berkoordinasi dengan keuchik setempat soal perizinan untuk menggarap lahan itu.

“Karena itu tanah pemerintah. Dulu kami minta izin ke keuchik. Hasilnya tidak kami jual. Tapi untuk makan keluarga. Kebetulan bisa mencukupi buat kami,” kata Ishak.

Menurut Ishak, tidak sulit menanam padi di pinggir sungai. “Setelah sawah dibajak terlebih dahulu sebelum ditanami, kita tidak terlalu sulit untuk mengairi padi. Karena bisa langsung disedot dari sungai. Dulu masih ada beronjong  yang membatasi lahan dan bibir sungai. Sekarang tiak ada lagi,” ujarnya.

Namun, kata Ishak, ketika debit air naik biasanya hama jenis keong dari sungai menyerang tanaman padi. Sehingga tanaman padi akan mati. “Itu kalau padinya masih muda. Kalau sudah agak tinggi padinya maka tidak masalah lagi, sudah mudah merawatnya,” kata Ishak.

Ishak dan sejumlah warga lainnya terpaksa menanam padi di pinggir sungai karena mereka tidak memiliki lahan untuk berladang.

“Dulu ada ladang. Itu ketika kita tinggal di Rumah Putih (kompleks perumahan bantuan pemerintah). Namun karena sudah diambil lagi, terpaksa kita tanam di situ,” ujar pria yang kesehariannya juga mencari ikan di sungai itu.[]

Penulis: Rino Abonita