BANDA ACEH – Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Aceh Iskandar Usman AlFarlaky, S.HI., mengatakan, ia tidak dapat hadir dalam diskusi publik soal persyaratan jalur perseorangan—yang digelar di Banda Aceh hari ini—lantaran ada agenda lain yang harus diselesaikan.

Iskandar menyampaikan itu kepada portalsatu.com, Selasa, 19 April 2016, menanggapi pernyataan peneliti Jaringan Survey Inisiatif Aryos Nivada sebelum acara diskusi tersebut dimulai.

“Diskusi hari ini tidak seperti ekspektasi karena Iskandar Usman Alfarlaky tidak bisa hadir. Padahal saya sudah mencoba melobi dengan segala cara termasuk kekeluargaan,” kata Aryos. (Baca: Ketua Banleg Tak Hadiri Diskusi Qanun Pilkada, Kenapa?)

Menurut Iskandar, pada Senin siang setibanya ia di Banda Aceh dari Aceh Timur langsung membalas email yang Aryos sampaikan menyangkut surat undangan diskusi itu. “Begitu juga dengan pesan yang di-inbox via FB, saya juga membalasnya,” tulis politisi Partai Aceh itu melalui pesan BlackBerry Messenger (BBM) diterima portalsatu.com.

“Dalam pesan itu, saya menyampaikan bahwa baru tiba dari Aceh Timur, sementara saya juga mengabarkan pada Selasa, tepatnya hari ini harus memimpin rapat lanjutan revisi Qanun Pilkada di ruang Banmus. Lantaran tim/pihak eksekutif tidak hadir, maka rapat ditunda dan akan dijadwalkan ulang,” tulis Iskandar lagi.

Iskandar melanjutkan, karena banyak agenda-agenda yang harus ia selesaikan di Banleg, maka pihaknya memilih membagi tugas dan meminta Azhari Cage (anggota Banleg DPRA)  untuk hadir dalam diskusi tersebut.

“Saya juga berpikir persoalan revisi qanun bukan hal yang harus dibesar-besarkan sebab prosesnya masih akan terus berlangsung,” tulis dia.

“Sebenarnya saya sangat berkeinginan hadir bersama teman-teman untuk berdiskusi, akan tetapi  karena masih ada agenda di kantor yang harus saya selesaikan, maka untuk kali ini berhalangan,” tulis Iskandar lagi.

Iskandar menambahkan, “Kami baru selesai reses, surat yang masuk ke Banleg juga sangat banyak dan perlu saya teruskan segera. Insyaallah, lain waktu kita hadir, oke,” tulisnya.[] (idg)