Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaNewsKetua BEM Unimal:...

Ketua BEM Unimal: Penurunan Harga BBM Tidak Berdampak Positif Untuk Masyarakat

LHOKSEUMAWE – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal), Rozy Noval, mengatakan turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak berdampak baik bagi masyarakat.
 
“Joko Widodo menurunkan harga BBM tepatnya pada 5 Januari 2016 lalu. Hal ini bisa dikatakan niat baik yang coba ditampakkan oleh pemerintah pusat untuk menyejahterakan masyarakat,” kata Rozy Noval dalam siaran persnya kepada Portalsatu.com, Senin, 11 Januari 2016.
 
Dia menambahkan dampak penurunan BBM tidak seperti yang diharapkan. Fakta di lapangan menunjukkan sejumlah harga penjualan bahan pokok masih sama seperti sebelum kebijakan penurunan harga BBM.

Padahal, kata Rozy, secara logika apabila harga BBM turun maka segala aspek juga akan berpengaruh. Dia mencontohkan seperti harga barang hasil pabrikan, harga sembako dan transportasi yang semua hal itu bergantung pada bahan bakar.
 
“Dalam hal ini, kita selaku para konsumen jangan juga terlalu menyudutkan dengan menyalahkan para pengusaha jasa ini karena harganya tetap sama. Perlu kita ketahui bersama, setiap orang mempunyai taraf biaya hidupnya masing-masing, sehingga dengan turunnya harga BBM ini tidak berpengaruh terhadap apapun,” katanya.
 
Menurutnya pengambilan sebuah kebijakan yang bersangkutan dengan kebutuhan publik selalu memunculkan dua sudut pandang yang berbeda. Karenanya para pemangku kepentingan diharapkan bisa menyiapkan langkah taktis setelah menetapkan kebijakan tersebut.

“Salah satunya yaitu dengan cara mengawasi sampai dengan kalangan bawah,” kata Rozy.

Dia kemudian menilik Aceh sebagai daerah yang memiliki hak mengatur pemerintahan sendiri. Menurutnya hal tersebut dapat menjadi sebuah peluang yang sangat baik apabila dikaitkan dengan turunnya harga bahan bakar minyak. “Daerah kita setiap tahunnya selalu mempunyai sumber anggaran yang sangat banyak dan dengan jumlah yang besar,” katanya.

Dia turut meminta pemerintah daerah agar dapat membuat standarisasi harga bahan pokok kebutuhan masyarakat di pasar. 

“Agar seluruh harga sembako dan transportasi kita tetap sesuai dengan jumlah pendapatan masyarakat Aceh secara umumnya. Efeknya pun bisa dirasakan oleh masyarakat langsung, yaitu dengan menggunakan subsidi anggaran belanja pemerintah,” katanya.[](bna)

Baca juga: