BANDAA CEH – Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya cucu Sultan Aceh, Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam binti Tuanku Raja Ibrahim.
Cucu dari Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah (Daodsyah) ini menghembuskan nafas terakhirnya pagi tadi (Rabu/6/6/2018) sekira pukul 6.30 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
“Atas nama seluruh anggota DPR Aceh, kita turut berbelasungkawa atas berpulangnya ke rahmatullah bunda tercinta kita, Jaja (Sultanah Safiatuddin Cahya Nur Alam-red),” ujar Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin.
Tgk Muharuddin mengatakan, Jaja, sapaan akrab cucu Sultan Aceh tersebut merupakan sosok perempuan tegar dan bersahaja. Tgk Muharuddin mengisahkan kenangan yang tak terlupakan saat almarhumah bertandang ke rumah dinasnya di Blang Padang, Banda Aceh pada akhir Desember 2017 silam.
“Beliau selalu berpesan agar para ulama dan umara terus bersatu sehingga benar-benar dapat menjalankan roda pemerintahan di Aceh ini dengan amanah,” ujar Tgk Muharuddin.
Dalam silaturrahmi tersebut, kata Tgk Muharuddin, Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam juga berharap kepada Pemerintah Aceh agar di kemudian hari nanti bisa mengurus dan membawa pulang kembali keturunan cucu-cucu sultan Aceh Darussalam ke Aceh. Pasalnya, katanya lagi, selama ini banyak sekali cucu-cucu sultan Aceh Darussalam yang masih berada di luar Aceh dengan kondisi memprihatinkan.
“Lon lakee bak Pemerintah Aceh sinoe beu geutem uroh dan puwoe lom lon keunoe. Bahjeut lon saweu ngon meudo’a bak kubu ureueng chik lon sinoe. Marwah raja-raja ngon syuhada-syuhada Aceh beumeugisa ulang,” ujar Tgk Muharuddin meniru ucapan almarhumah.[](Rel)



