BANDA ACEH – Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Dewan Koperasi Indonesian (Dekopin) Agung Sudjatkomoko meminta koperasi di Aceh yang sudah mengantongi izin agar lebih fokus pada bidang usaha, dan bila telah maju harus melakukan konsolidasi bisnis berdasarkan tehnologi informasi.

“Konsolidasi sebagai wujud ekonomi gotong royong, karena koperasi adalah bisnis gotong royong,” kata Agung Sudjatkomoko di hadapan pimpinan bidang khusus dan peserta rapat kerja Dekopin Wilayah Aceh di Hotel Grand Aceh, Jalan AMD Langgeng No.111, Landom, Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Selasa 31 Mei 2016.

Badan koperasi perlu membangun jaringan dengan koperasi lainnya yang memiliki bidang usaha yang sama untuk membentuk jaringan.

“Dan jaringan ini tentu untuk mendapatkan harga yang murah dan terjangkau,” jelas Agung.

Diakuinya, saat ini koperasi adalah membangun usaha gotong royong, namun kedepan usaha “gotong royong” harus menjadi modal membangun usaha profesional.

“kedepan harus kita ciptakan kelompok koperasi menjadi usaha yang profesional, dan tentu bersaing dengan badan usaha lainnya. Kerja begini tentu dengan merubah imaage koperasi dan menjadikannya sebagai lembaga dengan managemen yang baik,” demikian Agung Sudjatkomoko.

Turut menghadiri acara pelantikan 5 ketua bidang khusus Dewan Koperasi Indonesia Ketua Dekopinwil Aceh Mahdi Bahtera, Sekretaris Dinas Koperasi dan usaha Kecil Menengah Azhari, para undangan dan pengurus Dekopin.

Sejalan dengan acara tersebut juga dilaksana Rapat kerja Dekopinwil Aceh selama 3 hari mulai Selasa 31 Mei hingga 2 Juni 2016.[]