BANDA ACEH – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, Safrizal Rahman, mengatakan transmisi lokal di Aceh kuncinya adalah test dan tracing. Sebenarnya kasus positif didapat dari melakukan tracing untuk mencari keberadaan yang memungkinkan mengedarkan ke orang lain.

Safrizal menyampaikan, pihaknya sudah memprediksi transmisi lokal di Aceh. Artinya, virus tersebut sudah menyebar kemana-mana bahkan kalau dapat banyak harusnya bagus. Pasalnya orang-orang yang kemungkinan menularkan sudah diketahui dan dapat segera bisa diisolir.

“Justru kalau kita tidak dapat ini yang berbahaya, artinya mereka beredar. Jadi dia (corona) ada di antara kita, hanya saja siapa yang bawa virus kita tidak bisa tahu kalau tidak periksa,” kata Safrizal Rahman saat dikonfirmasi, Kamis, 16 Juli 2020.

Menurut Safrizal, Pemerintah Aceh harus kembali melakukan langkah-langkah strategis seperti pembatasan-pembatasan. Perkumpulan harus dibatasi, duduk bersosialisasi di warung kopi harus dikurangi di samping juga melakukan test dan tracing.

“Kuncinya hanya tiga yakni, test, tracing dapat cari lagi, baru treathment seperti isolasi, diobati kalau bergejala. Hanya itu saja sekarang yang kita harus jalankan,” jelasnya.

Ketiga hal ini, lanjut Safrizal, tergantung apakah masyarakat aktif melakukan ini atau mau tenang-tenang saja. Semakin aktif lakukan tiga hal itu pasti akan makin banyak dapat, retapi makin aman sebenarnya.

Safrizal mengibaratkan Covid-19 seperti harimau ketika masuk ke dalam kandang berapa pun jumlahnya dia tidak bahaya. Tapi ketika dia bebas itu yang bahaya. Jadi ketika dapat orang positif harus segera diisolasi dimasukkan ke ruang perawatan kalau bergelaja sehingga tidak menular lagi. 

“Tapi kalau kita tidak test, jangan-jangan harimau yang enggak tampak ini jalan-jalan mengedarkan penyakitnya ke kita, ini yang bahaya,” tuturnya.

Safrizal juga menyebut bahwa ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) di rumah sakit rujukan Covid-19 sudah memadai dan cukup. Safrizal mengatakan, setiap faskes sebelum memberi penanganan, pasien terlebih dahulu mengisi form yang disediakan, hal ini dilakukan sebagai upaya cepat pencegahan Covid-19.

“Nanti akan kelihatan kalau arahnya ke Covid-19 akan dirujuk ke rumah sakit rujukan, kalau lama-lama dirawat itukan berpotensi menyebar kemana-mana,” pungkasnya.[](*)