SUBULUSSALAM – Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam H Luthan angkat bicara setelah mendapat informasi terkait realisasi proyek Pasar Modern Terminal Terpadu Kota Subulussalam yang dinilai  asal-asalan.

“Besok saya akan turun ke pasar modern untuk melihat langsung, jika benar banyak asbes bocor itu harus segera diperbaiki oleh pihak rekanan,” kata Luthan kepada portalsatu.com, Rabu, 22 Maret 2017.

Politisi Partai Aceh ini menegaskan sebelum kios-kios yang berada di pasar modern tersebut diserahkan kepada pedagang, kondisi asbes yang bocor harus sudah diperbaiki. Dinas terkait harus memerintahkan pihak rekanan untuk perbaikan.

“Sebelum diserahkan ke pedagang harus dipastikan dulu, asbes yang bocor wajib diperbaiki. Bangunan harus sesuai spesifikasi karena itu menelan anggaran yang sangat besar, jika tidak, akan kita persoalkan,” tegas Luthan.

Sebelumnya kata Luthan, Pansus Komisi B DPRK Subulussalam juga menemukan ada besi yang dipasang tidak sesuai spesifikasi, sehingga pihaknya meminta kepada rekanan agar segera diganti.

Ia mengatakan berdasarkan kontrak bangunan pasar modern selesai dikerjakan pada 20 November 2016 lalu atau selama 180 hari kerja dimulai sejak 25 Mei 2016. Namun hingga memasuki penghujung bulan Maret 2017, bangunan tersebut juga belum selesai karena masih ada pengerjaan pemasangan keramik di bagian teras luar.

“Kalau addendum itu harus ada laporan ke Komisi B, tapi tidak ada laporan sama sekali sampai ke kami. Kepala Disperindagkop dan UKM beberapa kali saya telepon untuk menanyakan progres kemajuan pasar, tapi dia tidak mau mengangkat handphone, susah komunikasi,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) DPD Kota Subulussalam menyoroti realisasi pembangunan proyek Pasar Modern Terminal Terpadu Kota Subulussalam yang menelan anggaran Rp 16 miliar lebih dari APBN 2016. Namun realisasinya dinilai tidak maksimal karena banyak asbes yang bocor dan juga sejumlah dindingnya.

Sekretaris Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) DPD Kota Subulussalam, Satria Tumangger kepada portalsatu.com, Rabu, 22 Maret 2017 mengatakan, hasil pengerjaan pihak rekanan sangat buruk, sejumlah kios tampak basah diduga akibat asbes bocor. Belum lagi terdapat beberapa dinding retak akibat pengerjaan asal-asalan.

“Hasil pengamatan LIRA di lapangan, kita temukan ada puluhan titik asbes lembab berarti bocor di atas,” kata Satria Tumangger setelah meninjau langsung kondisi bangunan pasar modern pada, Selasa kemarin.[]