STAVANGER – Ketua Majelis Zikir Kota Langsa (MAZKA) Teungku Abdul Razaq Ridwan berkesempatan mengisi ceramah di open house masyarakat Aceh di Norwegia. Setelah mengisi kegiatan safari dakwah, zikir dan salawat di Denmark, Teungku Abdul Razaq dan rombongan aktivis WAA dari Denmark bergerak menuju Norwegia pada Senin, 11 Juli 2016.
Pertemuan tersebut selain untuk silaturrahmi juga untuk memenuhi undangan zikir, salawat dan dakwah di Kota Stavanger. Perjalanan ke sana melalui pelabuhan Hirtshals, Denmark yang menghabiskan waktu hingga tujuh jam.
Dalam agenda selama delapan hari di Norwegia, MAZKA mengisi sejumlah kegiatan seperti silaturrahmi, pengajian, zikir dan salawat dari rumah ke rumah bersama warga Aceh di salah satu negara di Skandinavia itu.
Pada Minggu, 17 Juli 2016, warga Aceh mengadakan halal bi halal di Gedung Bydelhus. Acara ini dibuka dengan pengajian Alquran dan diawali dengan sambutan dari Koordinator WAA Teungku Nek Hasan.
Pada kesempatan itu Nek Hasan mengajak warga Aceh di Swedia agar sama-sama memperkuat dan mempertahankan ukhuwah tali persaudaraan seluruh warga Aceh di Skandinavia, Eropa.
Sebagai puncak acara, Teungku Abdul Razak menyampaikan dakwahnya yang diakhiri dengan doa. Ia mengajak warga yang hadir untuk terus mengingat Allah dan memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Agar kelak di akhirat kita bisa bersama-sama dengan Nabi Muhammad SAW,” katanya.
Ia juga memaparkan tentang pentingnya ilmu agama dan memberikan motivasi kepada para orang tua di Norwegia untuk mendalami ilmu agaka ke pondok-pondok pesantren yang ada di Aceh. Seperti MUDI Mesra Samalanga, Dayah Darussa'adah Blang Blahdeh, Dayah Darul Huda Lhoknibong dan lainnya.
“Karena di saat era globalisasi seperti ini banyak lahir pemikiran-pemikiran liberalisme maka dayahlah jalan terakhir untuk membentengi aqidah Ahlussunnah waljamaah.”
Ketua Masyarakat Aceh di Norwegia, Teungku Tarmizi Ibnu, melalui siaran pers yang diterima redaksi mengatakan, masyarakat Aceh sangat gembira dengan kedatangan gure dari Aceh tersebut. Mereka berharap akan semakin banyak gure-gure di Aceh yang datang ke Eropa untuk memberikan tausiyah atau ceramah agama.[](ihn)




