MEULABOH – Pemimpin yang baik bukan hanya dilihat dari seberapa lama ia memimpin, melainkan seberapa banyak ia mampu menciptakan sosok pemimpin baru.

Hal itu disampaikan Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. Inayatillah, M.Ag., saat mengisi materi pada acara Pelatihan Kepemimpinan Pekerja Perempuan, di Hotel Tiara, Meulaboh, Aceh Barat, 26 Juli 2020. Acara berlangsung selama dua hari, 25 – 26 Juli 2020 itu, dilaksanakan Trade Union Care Center (TUCC).

Inayatillah mengatakan menjadi pemimpin merupakan sebuah proses di mana seorang pemimpin dapat memengaruhi dan memberikan contoh kepada pengikutnya dalam upaya mencapai suatu tujuan organisasi.

Inayatillah menambahkan, seorang pemimpin haruslah memiliki sebuah keterampilan dalam memimpin suatu organisasi. “Seperti yang dinamakan conceptual skill yang harus dimiliki agar pemimpin mampu mengkoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan serta kegiatan organisasi”.

Selanjutnya, kata Inayatillah, human skill untuk memahami orang lain, bekerja sama dengan orang lain, mendorong serta memotivasi orang lain baik itu secara individual maupun kelompok.

Terakhir bagi seorang pemimpin dalam organisasi harus mempunyai technical skill untuk menunjang kemampuan dalam memahami serta melakukan kegiatan operasional. “Maju bersama, bersama-sama dengan tim secara kolaboratif untuk membangun tujuan berkembangnya suatu organisasi,” jelas Inayatillah.

Selain Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, pihak yayasan TUCC yang bergerak dalam mengedukasi serta mengadvokasi kebijakan ketenagakerjaan di Provinsi Aceh juga mengundang narasumber dari pemerintah. Di antaranya Wakil Ketua II DPRK Nagan Raya, Puji Hartini, Kepala DP3AKB Aceh Barat, Ena Herisna, Kadiv. Diklat TUCC, Edi Jaswal.

Direktur Eksekutif TUCC, Habibi Inseun, S.E., mengatakan penting pelatihan kepemimpinan ini untuk pekerja perempuan agar nantinya paham akan isu dan hak-hak serta meningkatkan partisipasi perempuan dalam mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan di tempat perusahaan tempat mereka bekerja.

Peserta pekerja perempuan yang turut diundang di antaranya dari perwakilan instansi atau serikat pekerja dari Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Singkil dan Subulussalam berjumlah 20 orang.[](rilis)