SUBULUSSALAM – Sebanyak 20 anggota DPRK Subulussalam dikabarkan akan bertolak ke Jawa Barat, dengan agenda kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Bandung menjelang berakhirnya masa jabatan mereka pada 19 Agustus 2019 mendatang.

Keberangkatan para wakil rakyat ini ke Kota Bandung dikabarkan bakal menelan anggaran Rp291 juta dari APBK 2019. Di sisi lain, dinas, badan dan kantor dilaporkan “kesulitan” menarik uang di tengah kondisi keuangan pemko yang sedang “kritis”.

Kondisi ini menjadi pembicaraan masyarakat di warung-warung kopi, para wakil rakyat masih sempat pelesiran ke pulau Jawa di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang “kritis”. Bahkan, gaji tenaga honorer saja hampir di seluruh dinas hanya dialokasikan 6 bulan di tahun 2019 karena keuangan pemko tidak memadai.

Sekretaris DPRK Subulussalam, Khainuddin, SKM., dikonfirmasi portalsatu.com, Jumat, 2 Agustus 2019, mengatakan kunjungan kerja ke DPRD Bandung mulai 4-8 Agustus 2019. Dari 20 DPRK Subulussalam, 18 di antaranya telah mendaftar untuk berangkat. Sementara dua lainnya, Jamasa Cibro dan Haris Muda Bancin, belum memastikan berangkat.

Selain itu, 8 orang pendamping dari Sekretariat DPRK Subulussalam akan ikut serta dalam rombongan tersebut. Khainuddin menyebutkan, biaya kunker ke  DPRD Bandung mencapai Rp291 juta dan telah dilakukan penarikan dari kas daerah.

Kunker ini, kata Khainuddin, mengambil tiga topik, pertama masalah PAD, kedua bidang kesehatan, ketiga destinasi wisata. Hasil kunker tersebut, kata dia, nantinya menjadi bahan rekomendasi dari lembaga legislatif kepada eksekutif, agar pengalaman yang diperolah di Bandung dapat diterapkan di Kota Subulussalam.

“Walau pun mereka mau finish (berakhir masa jabatan), tapi eksekusi program kegiatan itu kan eksekutif, bukan legislatif. Pengalaman yang diperoleh di sana, itu nanti direkomendasikan ke pihak eksekutif,” kata mantan Dirut RSUD Subulussalam ini.[]