SINGKIL – Bantuan lauk pauk berupa eungkot keumamah— ikan tongkol yang telah dikeringkan–untuk korban banjir di Aceh Singkil, ternyata sudah mengeluarkan bau busuk dan tidak layak  konsumsi.

Pantauan di posko Dinas Sosial di Ujung Bawang, 12 November 2018,  terdapat dua peti plastik berisi ikan keumamah itu saat dibuka baunya sangat menyengat.

“Disayangkan bantuan lauk pauk berupa ikan tongkol kering itu tidak layak konsumsi dan telah mengeluarkan bau busuk,” kata Rosid Hidayat penduduk setempat.

Seharusnya Dinas Sosial teliti dan memeriksa makanan apa saja yang tidak layak konsumsi untuk masyarakat di tengah-tengah kondisi banjir.

Kendati demikian, ia sangat menghargai pelayanan Dinas Sosial yang mengerahkan Satuan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu korban banjir. Petugas akhirnya segera menganti ikan keumamah busuk itu dengan ikan kaleng, telur dan mi instan.

Menurut informasi, khusus ikan tongkol kering itu merupakan kiriman dari Provinsi Aceh.

Dapur umum didirikan di Ujung bawang melayani 4 desa lainnya, yaitu Desa Selok Aceh, Pea bumbung, Pemuka dan Suka damai, namun dianggap tidak merata. Warga mengharapkan bantuan langsung ke rumah-rumah, karena warga sebagian besar tidak datang.

Pewarta: Khairuman.[]Sumber: aceh.antaranews.com