BANDA ACEH – Rempah-rempah di Tanah Rencong diyakini mampu mencegah penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Khasiatnya mampu meningkatkan daya tahan imunitas tubuh sehingga terbebas dari virus corona.
Pemerhati Sejarah dan Kebudayaan Aceh, Tarmizi Abdul Hamid akrab disapa Cek Midi mengatakan, Aceh merupakan jalur perdangangan dan peradaban dunia. Sehingga banyak orang datang ke Aceh baik singgah maupun untuk berdagang.
Oang Aceh, tambah Cek Midi, memiliki imunitas tubuh yang sangat kuat, karena setiap hari mengonsumsi makanan dari bumbu rempah-rempah yang berkhasiat mengandung obat meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga terbebas dari segala penyakit.
“Memang Aceh ini adalah daerah peradaban daerah central perdagangan dunia terutama rempah-rempah. Daerah makmur, makanya berdatangan orang ke Aceh Darussalam ini,” kata Cek Midi saat berbincang-bincang dengan portalsatu.com di kawasan Lampineung, Banda Aceh, belum lama ini.
Rempah-rempah yang tumbuh di Aceh, kemudian dijadikan bumbu, dibuat secara spesial dengan cara diracik sendiri oleh orang Aceh. Rempah itulah yang kemudian berkhasiat untuk badan, kesehatan dan menjaga imun tubuh manusia. Sehingga meskipun dalam kondisi sedang diserang wabah Covid-19, orang Aceh sangat kuat imunitasnya.
“Dia makan mi, bumbu yang diracik itu adalah bumbu alam, mereka (orang luar) tidak punya bumbu seperti kita dan tidak punya racikan seperti kita. Kita punya bumbu khusus yang diracik dan dibuat sendiri,” ujar Cek Midi.
Sejak dahulu, sebut Cek Midi, orang Aceh perspektif dalam kehidupan lebih berbudaya Islam dan lebih berbahasa agama dengan mengandalkan alam kemakmurannya. Sehingga apapun yang dilakukan orang Aceh niatnya selalu untuk beribadah.
“Kenapa orang lain mudah sekali kena penyakit ini? Karena mereka alamnya tidak seimbang, ia tidak punya tanaman-tanaman seperti kita. Tanaman seperti kita ini adalah tanaman-tanaman yang mengandung obat, karbon yang kita hirup setiap hari itulah mengandung obat,” ungkapnya.
Cek Midi menjelaskan, racikan dari rempah-rempah alam sudah dibuktikan khasiatnya oleh raja-raja Aceh pada masa lalu. Bahkan mereka menulis dengan lengkap obat-obatan dari rempah-rempah tersebut dalam tajul muluk, kemudian disimpan hingga sekarang sebagai tradisi di Aceh.
Terkait protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah Indonesia, Cek Midi menuturkan, sebenarnya sudah diperagakan oleh pendahulu orang Aceh di masa lalu. Orang Aceh dahulu, sebelum masuk ke dalam rumah, maka wajib mencuci tangan dan kaki terlebih dahulu.
“Prosedur kesehatan atau protokol Covid-19 sudah dilakukan oleh orang Aceh 4 abad yang lalu. Bukan begitu mudah kita mengaburkan seluruh tradisi ini, tradisi ini dia sejarah perjalanan peristiwa pada masa lalu,” jelasnya.
Kendati demikian, sebagai masyarakat yang patuh pada pimpinan, warga diimbau tetap menjalankan instruksi pemerintah dan protokol kesehatan yang telah ditetapkan, seperti mencuci tangan dan memakai masker, guna mencegah penularan virus mematikan ini di tengah masyarakat Aceh.
“Kita juga harus mematuhi imbauan pemerintah sebagai ulil amri, harus patuh pada ulama jika sudah diserukan,” pungkasnya.[]





