SUBULUSSALAM – Kepala Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aliyasa, meminta BKSDA Aceh menangkap dua kawanan Harimau Sumatera saat ini diduga masih berkeliaran di seputaran pemukiman dan perkebunan warga di kawasan Singgersing.

Permintaan ini disampaikan Kades Singgersing setelah Tim BKSDA Aceh berhasil menangkap seekor harimau betina masuk dalam kotak perangkap dipasang di lokasi perkebunan warga Desa Singgersing, berjarak sekitar 100 meter dari permukiman warga dan jalan nasional.

“Kami minta supaya dipasang lagi kotak perangkap, agar yang dua lagi itu bisa ditangkap,” kata Aliyasa kepada portalsatu.com/, Jumat, 6 Maret 2020.

Masyarakat Singgersing, kata Aliyasa, berharap semua kawanan harimau yang diperkirakan berjumlah tiga ekor bisa ditangkap dan direlokasi ke tempat lain. Jika hanya satu ditangkap, lalu direkolasikan ke tempat lain, sementara dua ekor lainnya masih berkeliaran di perkebunan warga, bisa membahayakan masyarakat.

“Kami sudah sampaikan sama BKSDA kalau yang dua lagi belum ditangkap, yang ini jangan dibawa dulu. Karena dua ekor lainnya masih lepas, itu bisa membahayakan masyarakat, bisa jadi dia memangsa manusia nanti,” kata Aliyasa.

Kades Singgersing sangat berharap BKSDA Aceh bisa menangkap semua harimau yang selama ini telah meresahkan masyarakat dan menimbulkan ketakutan. Lima hewan ternak telah dimangsa harimau yakni tiga ekor lembu dan dua kambing.

“Tangkap dulu semua baru dibawa, supaya masyarakat bisa tenang juga, kalau satu cuman ditangkap, sementara dua lagi masih lepas, takut kita nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Aliyasa.

“Karena dia (harimau) lagi mengganas pula sekarang ini,” Aliyasa menambahkan.[]