BLANGPIDIE – Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya menyerahkan satu unit becak dayung tangan kepada Samsuar atau Apok, 55 tahun, warga Gampông Alue Rambot, Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya.

Koordinator BFLF Abdya Nasruddin Oos mengatakan, becak dayung tangan itu diberikan setelah melihat kondisi Apok yang selama ini sangat memprihatinkan. Pria paruh baya tersebut tak bisa melakukan aktivitas fisik dengan maksimal karena tidak bisa berjalan normal lagi.

“Selama ini Apok kalau ingin pergi salat Jumat duduk di atas situek (pelepah pinang) dan ditarik oleh anak tetangganya. Apok berharap dalam bulan Ramadan ini bisa ikut salat tarawih berjamaah secara mandiri tanpa harus ditarik oleh tetangganya lagi,” kata Oos kepada portalsatu.com, Senin, 29 Mei 2017.

Samsuar (berpeci) saat menerima kunjungan tim BFLF Abdya beberapa waktu lalu @ist

Becak dayung itu kata Oos dirakit khusus oleh tukang setelah diberikan foto sebagai contohnya. Sementara biayanya kata dia berasal dari donasi Sahabat BFLF yang digalang melalui media sosial.

“Alhamdulillah, berkat doa dan sedekah Sahabat BFLF Abdya hal ini dapat terwujud. Insya Allah akan kita serahkan petang nanti setelah asar. Rencananya akan diserahkan langsung oleh Bupati Abdya terpilih Akmal Ibrahim, dan didampingi Pembina BFLF Abdya Muslizar, yang juga Wakil Bupati terpilih.”

Apok kata Oos, adalah penderita diabetes mellitus dan kakinya diamputasi pada 2012 lalu. Setelah kedua kakinya diamputasi Apok berjalan dengan cara merayap. Sejak istrinya meninggal ia tinggal bersama anaknya.

Begitu mengetahui kabar ini, sejumlah tim BFLF Abdya dan pembina menjenguk Apok pada 25 April lalu. “Waktu itu Apok menyatakan keinginannya  untuk pergi salat Jumat dan tarawih berjamaah secara mandiri, tanpa perlu bergantung dari orang lain,” katanya.

Dengan adanya bantuan becak dayung tangan ini, Apok tak perlu lagi menggunakan situek untuk 'berjalan'.[]