Minggu, Juni 23, 2024

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kapolsek Baru Bongkar Sabu...

LHOKSEUMAWE - Kapolsek Dewantara Ipda Fadhulillah bersama anggotanya berhasil menangkap pemuda berinisial MM...

Pilkada Subulussalam: Resmi Daftar...

SUBULUSSALAM - Bakal Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyerahkan berkas pendaftaran sebagai...
BerandaNewsKisah Anak Durhaka...

Kisah Anak Durhaka Tega Hilangkan Nyawa Ibunya, Ini Pemicu Aksi Kejamnya

“Saya tidak mengharapkan saudara saya untuk membunuh ibu,” kata Muhammad Fariz Ismail, 41, putra sulung dari seorang wanita yang lehernya ditikam hingga meninggal pekan lalu.

Menurut Fariz, tindakan agresif adik laki-lakinya yang berusia 29 tahun itu jelas keterlaluan apalagi akibat pengaruh menghirup bensin. “Dia saudara kami. Bukan orang luar. Anda bahkan tidak bisa membuangnya karena saudara kami sendiri.”

“Saya harap dia dihukum. Jika dia ada di sana (di rumah) dia akan menyerang kami semua.”

“Saya tidak tahu apa penyebab sebenarnya sampai dia tega membunuh ibu. Namun seringkali dia akan bertindak agresif setelah menghirup bensin,” katanya.

Tersangka sering bertindak agresif saat di rumah termasuk mengacungkan pisau ke arah ibunya. “Saya berharap dia menghadap ke pengadilan karena dia tidak bisa kami bimbing lagi. Kami sudah lelah berpikir untuk memulihkannya,” kata Fariz.

“Ketika dia baik-baik saja, dia akan baik-baik saja. Tetapi jika dia tidak baik-baik saja, keluarga terdekat akan terluka dan menjadi korban.”

“Sebelum itu, dia sering mengacungkan pisau ke arah ibu. Saudaranya bahkan akan jadi mangsa. Dia tidak mau berubah, kami telah mencoba berbagai cara untuk memulihkannya,” katanya.

Anak tertua dari lima bersaudara itu mengatakan, tersangka mulai terlibat dalam gejala negatif sejak usia 13 tahun.

“Kami kirim ke sekolah pondok atau pusat pemulihan. Tapi dia tidak berubah sampai sekarang,” katanya.

Ditanya tentang perasaannya setelah mendapatkan berita tentang tersangka yang ditangkap oleh polisi, dia mengungkapkan, “Jika dia masih bebas kita takut dia akan menyerang kita di rumah.”

“Dia jika tidak hirup bensin itu akan bertindak normal seperti kita. Tapi ketika mulai hirup bensin, kesadarannya akan hilang dan agresif,” katanya.

Penulis: Adrie P. Saputra.[] Sumber: intisari.grid.id/sinarharian.com.my

Baca juga: