“ATTAHIYATUL mubarakatus-salawatut-taiyibatu lillah…”

Bagi orang Islam, penggalan bacaan di atas tentu tidak asing lagi. Setiap melaksanakan salat lima waktu selalu dibaca di  tahiyat awal dan tahiyat akhir. Kalimat tersebut ternyata menyimpan makna yang luar biasa.

Ustaz Mufazzal, dalam ceramah singkatnya pada peringatan 1 Muharram pekan lalu menjelaskan, penggalan 'kalimat' pembuka di bacaan tahiyat awal dan tahiyat akhir tersebut memiliki hikmah yang sangat besar.

Ia menjelaskan, di surga Jannatunnaim terdapat sebatang pohon bernama Attahiyat. Di atas pohon tersebut bertengger burung yang bernama Mubarakah.

“Di bawah pohon ini ada sungai yang mengalir yang bernama Tayyibah,” katanya dalam ceramah yang berlangsung di musala Kompleks Permata Punie, Darul Imarah, Sabtu, 1 Oktober 2016 pekan lalu.

Ketika seseorang melakukan salat lima waktu dan setiap kali bacaan tersebut dilafalkan, maka burung Mubarakah tersebut akan sujud ke sungai hingga sayap-sayapnya basah. Lalu dari setiap tetesan air yang jatuh dari kepakan sayap burung itu akan menjelma menjadi malaikat berkat kekuasaan Allah.

“Dan malaikat itu akan memohonkan ampun kepada Allah atas orang-orang yang membaca bacaan tersebut,” kata Ustaz Mufazzal.

Ustaz tersebut mengatakan, setiap ibadah yang dilakukan umat Islam kepada Allah pasti memiliki hikmah. Salah satunya adalah yang ia sebutkan di atas. Hanya saja ia menegaskan, ibadah yang dilakukan haruslah sesuai dengan aturan Allah. Karena jika tidak sesuai aturan Allah, maka bukan hikmah yang didapat dari ibadah yang dilakukan, tetapi justru murka Allah.

“Karena itu kita perlu belajar agama, dan yang pertama kali harus kita pelajari adalah tentang thaharah atau bercusi. Karena untuk beribadah, khususnya salat kita harus suci,” ujarnya.[]